Dark/Light Mode

Kejar Target Konversi Kendaraan Listrik

Insentif Motor Listrik Diwacanakan Naik Jadi Rp 10 Juta

Rabu, 29 November 2023 19:01 WIB
Pemerintah terus berupaya mengakselerasi untuk terwujudnya emisi gas rumah kaca yang salah satunya didukung melalui penggunaan kendaraan listrik. (Foto: Ilustrasi Istimewa)
Pemerintah terus berupaya mengakselerasi untuk terwujudnya emisi gas rumah kaca yang salah satunya didukung melalui penggunaan kendaraan listrik. (Foto: Ilustrasi Istimewa)

 Sebelumnya 
“Kapan pastinya belum tahu. Harapannya diselenggarakan lebih besar lagi direncanakan tahun depan dengan menggandeng mitra,” ungkapnya.

Budi menyebutkan, terdapat 52 brand sepeda motor listrik yang terdaftar dan sebanyak 42 brand tengah mengajukan berdasarkan data Kemenhub.

Sementara yang tergabung dalam Aismoli sebanyak 38 brand. Meski begitu, ia mengakui, dalam mengimplementasikan penggunaan kendaraan motor listrik masih menemui hambatan.

Dari internal, belum meratanya tersedia dealer di semua daerah.

Baca juga : Kunjungi Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Thailand, Bamsoet Dukung Investasi di RI

“Kami mendorong kepada APM (Agen Pemegang Mereka) brand yang sudah memenuhi TKDN 40 persen yakni sebanyak 17 merek, melakukan penetrasi pasar secara cepat. Segera menjalin B2B (business to business) melihat potensi yang membuka dealer di beberapa daerah,” imbaunya.

Budi juga menekankan, Pemerintah sudah sangat mendukung hadirnya kendaraan listrik di Tanah Air, melalui Inpres, Perpres, Permenhub, Permenperin dan peraturan polisi, bagaimana penggunaan masyarakat sudah diberikan karpet merah bagi industri motor listrik.

Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang UKM Kemenkop UKM Koko Haryono menuturkan, tren wirausaha muda saat ini, telah beralih ke bisnis ramah lingkungan (green business). Termasuk yang beralih dan mulai masuk dalam industri kendaraan bermotor listrik.

Sebanyak 84 persennya, tertarik pada bisnis ramah lingkungan, lalu sebesar 58 persen memulai bisnis untuk memperbaiki lingkungan, dan sekitar 56 persen memproduksi pakaian ramah lingkungan, produk rendah karbon, dan sistem pengurangan limbah.

Baca juga : Bamsoet Dorong Perusahaan Kendaraan Listrik Thailand Bangun Pabrik di Indonesia

“Banyak peluang bisnis yang bisa diambil UMKM usaha green businees ini, seperti dalam pengembangan Electric Vehicle (EV). Peluang yang dimaksud meliputi membuka dealer, bengkel, tempat charging baterai, dan lainnya,” kata Koko.

Ia menegaskan, kebijakan Pengembangan industri dan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) menjadi program yang strategis. Bukan hanya mendorong perkembangan teknologi dan industri dalam negeri tetapi juga berkaitan erat dengan paradigma baru pembangunan ekonomi hijau dan berkelanjutan.

“Akselerasi pengembangan EV di Indonesia juga terus didorong Pemerintah. Sederet upaya juga telah dilakukan. Antara lain melalui penyusunan peta jalan pengembangan EV, pemberian berbagai insentif, hingga pengembangan ekosistem EV di Indonesia,” jelasnya.

Sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Pemerintah Pusat dan Daerah. Berdasarkan laporan International Renewable Energy Agency (IRENA) dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), jumlah kendaraan listrik diproyeksi sebanyak 20 juta unit pada 2030 dan diperkirakan terus meningkat hingga 2050.

Baca juga : Lestari: Kebijakan Kendaraan Listrik Kudu Dikaji Serius

Direktur Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha kecil Menengah (LLP-KUMKM) atau Smesco Indonesia Leonard Theosabrata menambahkan, dalam mewujudkan bengkel konversi, Smesco menggandeng kerja sama dengan bengkel Elders Garage dalam mengembangkan bengkel konversi kendaraan bermotor listrik.

“Kami tak hanya membantu inkubasi, dan melakukan pelatihan di Smesco Labo. Bagaimana menumbuhkan industri baru di UMKM. Suatu kesempatan yang luar biasa, salah satunya kerja sama di bengkel konversi dan membuat inovasi,” kata Leo.

Dalam mengembangkan kendaraan bermotor listrik atau EV menjadi suatu modal dalam menciptakan ekosistem yang terjalin baik. Mulai dari, penyediaan baterai, charging, hingga bengkel.

“Ekosistem juga perlu didukung oleh pembiayaan dan investment sinergi dari sektor public dan private di industri kendaraan bermotor listrik,” jelas Leo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.