Dark/Light Mode

Teten Optimistis Industri EV Indonesia Ciptakan Ekonomi Baru Dan Peluang UMKM

Jumat, 1 Desember 2023 12:49 WIB
Menkop UKM Teten Masduki kedua kanan di acara Closing Ceremony Inabuyer EV Expo 2023, di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis (30/11/2023). (Foto: Dok. Kemenkop UKM)
Menkop UKM Teten Masduki kedua kanan di acara Closing Ceremony Inabuyer EV Expo 2023, di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis (30/11/2023). (Foto: Dok. Kemenkop UKM)

 Sebelumnya 
Langkah ini kata Teten, memungkinkan Indonesia untuk berperan dalam rantai pasok global kendaraan listrik, mendorong kemajuan industri sepeda motor listrik lokal, dan juga meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), serta kapasitas produksi secara keseluruhan.

Perkembangan EV di Indonesia, ungkap Teten, sudah sangat luar biasa. Kemenkop UKM pun siap mendukung dengan melakukan penyediaan skema pembiayaan KUR Klaster hingga Rp 500 juta.

Nanti asosiasi ini menurut Teten bisa menjadi penjamin serta katalis untuk menyalurkan KUR Klaster.

Baca juga : PT Frisian Flag Indonesia Komit Jalankan Bisnis Berkelanjutan

"Saya harapkan pasti ini meningkat. Kita ingin semua fokus dukung brand lokal. Sementara, daerah juga harus mendukung dengan membuat aturan mengenai kesehatan lingkungan," ujarnya.

Catat Peningkatan Transaksi

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi mengatakan, banyak negara yang menyatakan minat dan mendukung industri EV di Indonesia.

Baca juga : Mazda Indonesia Tampilkan Kendaraan Premium di GIIAS Bandung 2023

Hal itu terbukti dengan kehadiran perwakilan negara seperti China, Vietnam maupun Thailand yang hadir dalam event tiga hari Inabuyer EV Expo 2023.

Tak hanya itu, kegiatan event yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia ini pun telah mencatatkan beberapa peningkatan transaksi dan komitmen dari pihak buyer (meliputi Kementerian/Lembaga, swasta maupun perorangan) dengan para pelaku atau pemilik brand EV yang hadir dalam kesempatan tersebut.

"Hasil Inabuyer EV Expo 2023 mencatat nilai transaksi B2C (Business to Customer) sebanyak 156 Unit dengan nilai sebesar Rp 2,08 miliar. Serta potensi B2B (Business to Business) dan B2G (Business to Government) sebanyak 32.431 Unit dengan nilai Rp 423,56 miliar,” rinci Budi.

Baca juga : Golden Future Indonesia Terus Kirimkan Bantuan Kemanusiaan Ke Palestina

Selain itu, Inabuyer EV Expo 2023 juga menghasilkam mandatory K/L termasuk BUMN untuk secara bertahap mengganti kendaran konvensional menjadi kendaraan bermotor listrik.

"Saya harap, kalau bisa harus ada team pengawas dalam menjalankan mandatory ini. Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves)," ungkap Budi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.