Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Harus Dioptimalkan
Cadangan Batu Bara RI Cukup Sampai 60 Tahun
Sabtu, 16 Desember 2023 08:28 WIB
Sebelumnya
Menurut Eko, masuknya PLTU Jawa 9, 10 akan terutilize, apalagi di tambah PLTU Batang. Porsi IPP PLTU akan lebih dominan. Realisasi DMO rerata 10 juta per bulan, 90 juta metrik ton sampai September, sampai akhir tahun prognosa 20 juta ton.
“Kontribusi coal supply 4,2 juta ton oleh PKP2B, sisanya IUP OP BUMN, ada PMA dan PMDN,” kata Eko.
Baca juga : Swasembada Pangan Bakal Kembali Diraih
Retno mengatakan Indonesia sebagai negara berkembang sulit mencapai NZE pada 2050. Setelah negosiasi antar kementerian, akhir disepakati bahwa pada 2060 boleh disisakan 129 juta ton CO2.
“Dari sektor energi dari 129 juta CO2, nampaknya Kementerian ESDM optimistis pada 2060 emisinya bisa nol,” kata dia.
Baca juga : Bebas Denda Pajak Kendaraan Bermotor Di Banten Berlaku Sampai 23 Desember
Menurut Retno, PR dari keyakinan tersebut tidak murah. Harus investasi untuk menuju low carbon. Jangan sampai dekarbonisasi menjadi beban dan malah menurunkan laju perekonomian,” kata Retno.
Menurut Retno, kebutuhan energi harus ditargetkan. Jika dilihat dari jenis energi yang akan digunakan, lebih dari 30 persen berasal dari listrik. Batu bara masih ada di 2060, coal plus CCUS dan biomass cofiring yang akan menyebabkan negatif emission.
Baca juga : Kiai Dan Ajengan Se-Tangerang Raya Dukung Ganjar-Mahfud
“CCS tujuannya bisa untuk diperdagangkan. Tren yang sekarang capture-nya akan lebih murah,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya