Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Lima tahun terakhir, pengembangan infrastruktur berbeberapa moda transportasi berteknologi terbaru pun menambah kemajuan wajah baru Indonesia. Diberi mandat untuk turut mewujudkannya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menuntaskan beberapa penugasan strategis tersebut. Sebut saja seperti KA Bandara Soekarno-Hatta, KA Bandara Internasional Minangkabau, LRT Sumatera Selatan yang menjadi LRT pertama di Indonesia sebagai transportasi pendukung pelaksanaan Asian Games 2018, hingga KA Bandara Kulonprogo.
Terkini, rangkaian pertama sarana LRT Jabodebek telah tiba di Stasiun LRT Harjamukti, Jakarta. Pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi memberikan beberapa penugasan kepada KAI.
KAI ditugaskan untuk menyelenggarakan sarana yang meliputi: pengadaan sarana, pengoperasian sarana, perawatan sarana, dan pengu- sahaan sarana; menyelenggarakan sistem tiket otomatis (automatic fare collection); dan menyelenggarakan pengoperasian dan perawatan prasarana. Kemudian, berdasarkan Perpres No. 49 tahun 2017, PT KAI mendapat penugasan dari pemerintah untuk melakukan penyelenggaraan pengoperasian prasarana, perawatan prasarana dan pengusahaan prasarana termasuk pendanaan pembangunan prasarana Kereta Api Ringan/ Light Rail Transit (LRT) Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi.
Sebagai BUMN operator kereta api di Indonesia, KAI sudah bertekad akan mewujudkan penugasan tersebut agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan layanan transportasi massal berbasis rel yang nyaman dan maju. Satu rangkaian atau enam kereta LRT Jabodebek telah tiba di Depo Sementara LRT Jabodebek yang terletak di Cibubur, tepatnya di Stasiun Harjamukti pada 11 Oktober 2019 dini hari. Ini adalah satu langkah besar untuk menghadirkan lebih banyak pilihan moda transportasi massal berbasis rel di Jabodebek. Enam kereta ini didatangkan dari PT INKA sebagai salah satu upaya KAI mendukung produk buatan dalam negeri.
Sejak 2018, KAI juga sudah mendatangkan 438 kereta baru dari INKA untuk peremajaan sarananya. Semua sarana yang telah didatangkan ini dilengkapi dengan dengan fasiltas yang terbaru. Untuk memberikan al- ternatif bagi penumpang yang menginginkan kenyamanan lebih, KAI bahkan menghadirkan seri Luxury Train yang pada tahun 2019 ini telah hadir generasi keduanya.
Baca juga : Perteta Juluki Amran Bapak Mekanisasi Pertanian Indonesia
“Minat masyarakat untuk menggunakan kereta Luxury generasi pertama sangat positif. Rata-rata okupansi kereta Argo Bromo Anggrek Luxury (Gambir-Surabaya Pasar Turi pp) mencapai 108 persen. Melihat okupansinya yang tinggi, KAI kembali mengadakan Kereta Luxury untuk melayani lebih banyak penumpang,” ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro.
Selain kemajuan pengadaan sarana, KAI juga tengah mengerjakan reaktivasi jalur kereta api di Jawa Barat, salah satunya yang sedang dalam progres pengerjaan adalah rute Cibatu-Garut-Cikajang sepanjang 47,5 km. Reaktivasi jalur ini sangat potensial bagi pengembangan wilayah timur dan tenggara Jawa Barat, terlebih dalam bidang ekonomi dan pariwisata.
“Untuk tahap pertama, jalur Cibatu-Garut ditargetkan akan selesai di tahun 2019. KAI berharap dukungan dari berbagai pihak agar program reaktivasi di Jawa Barat ini dapat berjalan dengan lancar,” ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro.
Gencarnya pengembangan transportasi berbasis rel yang tengah dikerjakan KAI ini memiliki tujuan untuk menghadirkan moda transportasi yang terintegrasi dan memudahkan masyarakat dalam mobilitasnya. Kemajuan ini nantinya diharapkan tidak hanya akan menambah volume angkut semata, tapi juga mem- berikan manfaat nyata bagi masyarakat yang juga berimbas bagi kemajuan bangsa. Di bidang angkutan penumpang, terdapat trend peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2016, KAI mengangkut 352,3 juta penumpang. Di ta- hun 2017, jumlahnya naik 12persen menjadi 394,1 juta penumpang. Lonjakan penumpang berlanjut di tahun 2018 dengan jumlah total 425 juta penumpang atau naik 8persen. Sampai dengan Semester I tahun 2019, terjadi peningkatan sebesar 2persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Baca juga : Kementan Dorong Sulteng jadi Pemasok Cabe Indonesia Timur
Pada Semester I 2019 PT Kereta Api Indonesia (Persero) melayani 210,7 juta penumpang. Sedangkan di Semester I 2018, KAI melayani 207 juta penumpang. Angka-angka tersebut muncul dari proses yang tidak mudah, namun KAI konsisten untuk terus berinovasi. Misalnya, KAI memanfaatkan kelebihan teknologi informasi yang memampukan setiap hal dikerjakan dengan cepat dan praktis sekaligus transparan.
Saat ini, aplikasi resmi KAI Access menjadi salah satu layanan multifungsi dengan fitur-fiturnya yakni Online reservation, Online Cancela- tion, Online Reschedule, e- boarding pass, reservasi KA, dan fitur lainnya. Di bidang prasarana, ber- bagai fasilitas di stasiun terus ditingkatkan seperti menambah kapasitas tempat duduk di ruang tunggu, perpanjangan peron-peron, penyediaan faslitas ruang ibu menyusui dan area bermain anak, serta coworking space.
Di bidang angkutan barang, KAI pun berinovasi dengan mengoperasikan KA Angkutan Limbah pertama di Indonesia. Rangkaian yang terdiri dari sepuluh gerbong datar (GD) dengan kapasitas 20 Teus atau setara dengan 360 ton ini diberangkatkan dari Stasiun Kalimas menuju Stasiun Nambo, Bogor.
Di sektor angkutan barang, pada tahun 2018, KAI mengangkut sebanyak 45,23 juta ton, meningkat 5,17 juta ton atau sebesar 12,92persen dibandingkan tahun 2017 sebesar 40,06 juta ton. Pada semester I tahun 2019, KAI telah mengangkut sebanyak 22,74 juta ton, dan angka ini tentu masih akan bertambah hingga akhir tahun 2019.
Ke depan, berbagai perubahan dan tantangan tak akan berhenti. Di era yang serba dinamis, KAI pun sudah mempersiapkan SDM-nya agar siap menghadapi berbagai perubahan. Dunia pelayanan publik memang akan semakin dinamis, namun sebagai pelayan publik, KAI telah siap dengan perubahan dan inovasi. KAI terus memperkuat pendidikan dan pelatihan (diklat) kepada seluruh SDM, baik bidang operasional, pelayanan, keuangan, dan bidang-bidang lainnya.
Baca juga : Kemendagri Dorong Penguatan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan KAI menggodok berbagai program diklat mulai yang paling mendasar hingga tingkat lanjutan untuk mewu- judkan SDM unggul. Bahkan, KAI pun melaksanakan diklat maupun benchmarking ke luar negeri. Total ada sekitar 301 diklat yang diberikan kepada SDM di KAI menyesuaikan dengan kompetensi, kebu- tuhan, dan goals yang ingin dicapai. Sedangkan diklat atau benchmarking ke luar negeri berupa Safety Training di Australia, Light Rail Transit (LRT) Training di Singapura, Hospitality Training di Pran- cis, Track Access Charges (TAC) Summit di Italia, dan Asset Management Program di Italia.
Dalam kurun waktu 2017-2019 sebanyak 336 orang telah menjadi peserta berbagai diklat dan benchmarking KAI ke luar negeri. Setelah memberikan pembekalan ilmu, keterampilan, dan peningkatan kompetensi, tentu kualitas kerja SDM pun harus selalu di-maintain dan dipantau dengan baik. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan memberikan ruang dan kesempatan bagi SDM KAI untuk berinovasi dan berkarya melalui program Innovation and Improvement Award (IIA).
“Berbagai upaya KAI untuk mempersiapkan SDM yang unggul diharapkan berkontribusi besar dalam memajukan perkeretaapian nasional. Majunya perkeretaapian akan memberikan sumbangsih besar bagi kemajuan bangsa, baik dalam bidang trans- portasi, pariwisata, ekonomi, dan bidang lainnya,” pungkas Dirut KAI, Edi Sukmoro. [TIM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya