Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gaet Arsitek Jepang, Sumitomo Forestry Rilis Cluster Morizono
Sabtu, 2 Maret 2024 17:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Morizono, cluster ke-10 yang pengembangannya berkolaborasi dengan Sumitomo Forestry Indonesia.
Hunian ini menawarkan konsep ‘The Art of Japanese Living’ atau konsep gaya hidup berasal dari Jepang yang diaplikasikan mulai dari fasad dan layout bangunan, antara lain; tatami (ruang serbaguna) dan engawa (teras), yang terhubung dengan taman belakang rumah, sehingga menciptakan rumah yang asri dan terkesan luas.
Hunian ini didesain secara orisinil oleh Arsitek Jepang Takahiro Fuwa dan disupervisi oleh pengawas konstruksi yang berasal dari Jepang.
Morizono sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Jepang, yaitu Mori (Hutan) dan Zono (Taman).
“Mori” terinspirasi dari sejarah panjang kerja sama antara PT Sumitomo Forestry Indonesia bersama PT Graha Perdana Indah (GPI) di industri kayu.
Sebagai informasi, sejak tahun 1691, Sumitomo Forestry terdaftar di Bursa Saham Tokyo di Jepang. Didirikan 333 tahun yang lalu pada tahun 1691 sebagai perusahaan perkebunan, mereka telah memperluas bisnis dari waktu ke waktu untuk mencakup kehutanan, pengolahan kayu, konstruksi perumahan, properti, energi, perawatan lansia, dan lainnya.
Di bisnis konstruksi perumahan dan properti, Sumitomo memperluas bisnisnya ke Amerika Serikat dan Australia pada tahun 2003. Tahun lalu, Sumitomo berhasil mendirikan lebih dari 20.000 unit, diantaranya 9.400 unit di Jepang, 10.200 unit di Amerika Serikat, dan 3.400 unit di Australia.
Baca juga : Gaet Agen Properti, The Sanctuary Collection Rilis Klaster Orchard Riviera
Dengan sejarah 54 tahun di Indonesia, Sumitomo bangga menjadi salah satu perusahaan Jepang tertua yang beroperasi di negara ini.
Sementara GPI adalah perusahaan developer properti asal Semarang yang telah mengembangkan berbagai proyek perumahan, mixed-use development dan lapangan golf.
Dan sekarang dengan 1700 unit rumah yang sudah dikembangkan, GPI telah menjadi salah satu developer besar di Selatan Jakarta.
Kedua belah pihak telah menjalin kemitraan selama kurang lebih 32 tahun di industri kayu.
Presiden Direktur PT Graha Perdana Indah (GPI), Aditya Sutanto, menuturkan, Morizono mengusung konsep Green Living inovatif yang dikelilingi dengan kawasan asri dan berwawasan lingkungan serta dilengkapi berbagai perangkat pendukung Smart Home system.
Seperti; Solar Panel, Smart Door Lock, CCTV Outdoor, Smoke Sensor, Alexa Voice Assistant, Smart Light Switch, Smart Doorbell, Smart CCTV Monitoring, Motion Sensor serta Smart Contact Sensor.
Penggunaan Solar Panel ditambah dengan Smart Home System dan pemilihan sanitair menjadi kelebihan utama di cluster Morizono ini, sehingga konsumen dapat menikmati efisiensi energi hingga sebesar 68 persen.
Baca juga : Gaet Arsitek Top Dunia, Menhub Tinggalkan Sesuatu Di Tidore Usai Hari Nusantara
Motion Sensor dipergunakan untuk mendeteksi adanya gerakan dan memberikan notifikasi ke aplikasi serta memicu sistem otomasi yang dapat diatur melalui aplikasi smart home.
Dengan demikian, perangkat pendeteksi gerakan ini juga dapat membuat penggunaan listrik di rumah menjadi lebih efisien.
“Hal lainnya yang membanggakan, Morizono telah mengantongi Sertifikat Edge Advanced (Excellence in Design for Greater Efficiencies), yaitu sertifikat yang diberikan oleh International Finance Corporation (IFC) untuk bangunan yang telah memenuhi syarat desain dan konstruksi berkelanjutan,” jelas Aditya dalam keterangannya, Sabtu (2/3/2024).
Morizono tidak hanya mendapat pencapaian sertifikasi Edge biasa, melainkan Edge Advanced, tingkat Advanced ini diperoleh dari pencapaian pengurangan energi diatas 40 persen.
Cluster Morizono dikembangkan di atas lahan seluas 5,6 hektar, dengan tiga tipe rumah berdasarkan luasan yaitu; Tipe Sumire 6x14 (LB 88 m2 / LT 84 m2), Tipe Ayame 7x14 (LB 109 m2 / LT 98 m2) dan Tipe Kaede 8x14 (LB 129 m2 / LT 112 m2) serta 2 tipe Shophouse yaitu shophouse 2 lantai 5x15 (LB 90 m2 / LT 75 m2) dan 3 Lantai 5x15 (LB 135 m2 / LT 75m2).
Sumire, Ayame dan Kaede ini terinspirasi dari nama pohon atau bunga dalam bahasa Jepang.
Untuk Fase awal akan dipasarkan sebanyak 109 unit rumah dan 5 unit Shophouse.
Baca juga : Erick, Sosok Cawapres Alternatif Koalisi Besar
Tak hanya itu, Cluster Morizono nantinya juga memiliki fasilitas clubhouse eksklusif sekaligus menjadi cluster pertama di kawasan Gardens at Candi Sawangan yang dilengkapki beberapa fasilitas.
Sementara ini, harga yang ditawarkan mulai dari Rp1,5 miliar, dengan berbagai macam penawaran menarik seperti subsidi biaya KPR, free biaya BPHTB, AJB, BN, PPN dan gratis biaya langganan internet selama 1 tahun.
Morizono menargetkan para pembeli rumah pertama dari kalangan milenial dan Generasi Z yang menginginkan tinggal di pemukiman asri yang ramah lingkungan, modern dan lengkap dengan berbagai fasilitas penunjangnya.
Vice President of Sumitomo Forestry Indonesia Fumihide Nakatsu mengatakan, dengan tinggal di Morizono maka penghuni dapat merasakan pengalaman hidup yang lebih baik dan dekat dengan alam.
“Dengan segala kemudahan baik fasilitas yang lengkap, lokasi yang strategis, dan bangunan yang tersertifikasi, Saya berharap, Morizono dapat memberikan pengalaman dan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh penghuninya,” ujar Fumihide Nakatsu.
Gardens at Candi Sawangan merupakan kawasan hunian skala kota mandiri seluas 250 hektar yang berlokasi di selatan Jakarta tepatnya di kawasan Sawangan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya