Dewan Pers

Dark/Light Mode

Soal Sawit, India Minta Barter Sama Beras Dan Gula

Senin, 4 Nopember 2019 14:45 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: ist)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah India menyetujui persyaratan yang diminta Indonesia terkait ekspor kepala sawit agar tidak ada perbedaan dengan Malaysia. Namun, negeri bollywood itu meminta Indonesia untuk bisa membeli beras dan gula dalam bentuk raw sugar dari mereka. 

“Memang saat sekarang tarif kelapa sawit, baik itu untuk CPO maupun RBD sudah sama. Semula ada perbedaan 5 persen, namun sesuai dengan permintaan Bapak Presiden, Perdana Menteri Narendra Modi menerima itu sehingga tarif CPO itu sama, Refined Bio Blended itu sama, RBD itu sama,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Bangkok, Thailand, seperti dikutip dari situs Setkab, Senin (4/11).

Berita Terkait : Kapolri Idham Azis Siap Mantapkan Kerja Sama Dengan TNI

Menurut Airlangga, yang sekarang 40 persen CPO, 50 persen RBO akan dikirimkan per akhir bulan Desember menjadi 37,5 persen dan 45 persen, dan ini berlaku untuk Indonesia dan Malaysia, sehingga tidak ada perbedaan antara Indonesia dan Malaysia. “Dengan demikian, tentu ini menjadi bagian dari kerja sama,” ujarnya. 

Namun diakuinya, India mengharapkan, Indonesia bisa membeli beras dan gula dalam bentuk raw sugar dari India. Menurut dia, pemerintah sudah mengatakan diambil secara bertahap. 

Berita Terkait : Menteri Agama Bicara Budaya Arab

Saat ini, perdagangan dengan India, Indonesia positif 8 miliar dolar AS, tertinggi di 2017 sebesar 10 miliar dolar AS. “Komoditas utamanya adalah batu bara dan kelapa sawit,” terang Airlangga. [DIT]