Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Di World Economic Forum
Airlangga Paparkan UMKM Dan UU Ciptaker
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia menegaskan komitmennya mendorong penguatan pasar tenaga kerja yang dinamis. Peningkatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan bagian dari upaya penciptaan lapangan kerja di Tanah Air.
Penegasan itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat World Economic Forum (WEF) sesi special meeting di Riyadh, Arab Saudi, Minggu (28/4/2024).
Menurut Airlangga, Indonesia menyiapkan berbagai langkah antisipasi yang komprehensif untuk berinvestasi pada pelatihan dan pendidikan. Misalnya pendidikan pada usia dini, vokasi, serta penyiapan dan pelatihan para pencari kerja.
Baca juga : BI Dorong Perbankan Kerek Penyaluran Kredit
Airlangga juga menekankan pentingnya UMKM sebagai bagian dari upaya penciptaan lapangan kerja di Indonesia, sekaligus mengungkapkan keberhasilan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang efektif mengurangi hambatan investasi domestik dan asing.
“Tercatat, peningkatan rata-rata penanaman modal asing mencapai 29,4 persen dalam lima kuartal setelah penerapan undang-undang tersebut,” kata Airlangga seperti dikutip dari keterangan resmi Kemenko Perekonomian di Jakarta, Senin (29/4/2024).
Menyinggung UMKM, Airlangga juga mengatakan, implementasi kebijakan publik dengan pemberian insentif pembiayaan yang inklusif, bantuan teknis dan pemerataan infrastruktur digital, menjadi salah satu upaya prioritas Pemerintah. Termasuk dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Baca juga : Duh... 66,9 % ASN DKI Gendut, 37,8 % Darting
Selain itu, Ketua Umum Partai Golkar ini juga mengatakan, pentingnya digitalisasi dalam menjawab permasalahan pasar tenaga kerja bagi generasi muda saat ini.
“Indonesia menggunakan digitalisasi sebagai new engine of growth dan edukasi dalam mendukung digitalisasi seperti kerja sama dengan International Business Machines (IBM) dan Apple Academy,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Airlangga juga membeberkan keunggulan program Merdeka Belajar, yaitu para pelajar bisa memiliki pengalaman magang.
Baca juga : Pertaruhan Terakhir Bagi Thomas Tuchel
Selain itu, terdapat insentif super deduction untuk kegiatan riset dan berbagai insentif pajak lainnya untuk pendidikan.
Dia juga mengungkapkan besarnya tantangan Indonesia di bidang tenaga kerja. Indonesia negara besar, jika diproyeksikan ke Eropa, akan membentang dari Irlandia hingga Kazakhtan.
“Penduduk Indonesia besar. Setiap tahun lahir penduduk baru hampir 5 juta orang. Karena itu, Indonesia harus menyiapkan paling tidak 5 juta pekerjaan setiap tahunnya,” sebutnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.