Dark/Light Mode

Di World Economic Forum

Airlangga Paparkan UMKM Dan UU Ciptaker

Selasa, 30 April 2024 07:05 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat World Economic Fo­rum (WEF). Foto: Dok. Kemenko Perekonomian
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat World Economic Fo­rum (WEF). Foto: Dok. Kemenko Perekonomian

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia menegaskan komitmennya mendorong penguatan pasar tenaga kerja yang dinamis. Peningkatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan bagian dari upaya penciptaan lapangan kerja di Tanah Air.

Penegasan itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat World Economic Fo­rum (WEF) sesi special meeting di Riyadh, Arab Saudi, Minggu (28/4/2024).

Menurut Airlangga, Indonesia menyiapkan berbagai langkah antisipasi yang komprehensif untuk berinvestasi pada pelati­han dan pendidikan. Misalnya pendidikan pada usia dini, voka­si, serta penyiapan dan pelatihan para pencari kerja.

Baca juga : BI Dorong Perbankan Kerek Penyaluran Kredit

Airlangga juga menekankan pentingnya UMKM sebagai bagian dari upaya penciptaan lapangan kerja di Indonesia, sekaligus mengungkapkan ke­berhasilan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang efektif mengurangi hambatan investasi domestik dan asing.

“Tercatat, peningkatan rata-rata penanaman modal asing mencapai 29,4 persen dalam lima kuartal setelah penerapan undang-undang tersebut,” kata Airlangga seperti dikutip dari keterangan resmi Ke­menko Perekonomian di Jakarta, Senin (29/4/2024).

Menyinggung UMKM, Airlang­ga juga mengatakan, implementasi kebijakan publik dengan pemberian insentif pembiayaan yang inklusif, bantuan teknis dan pemerataan infrastruktur digital, menjadi salah satu upaya prioritas Pemerintah. Termasuk dalam rangka mewujud­kan Indonesia Emas 2045.

Baca juga : Duh... 66,9 % ASN DKI Gendut, 37,8 % Darting

Selain itu, Ketua Umum Partai Golkar ini juga mengatakan, pentingnya digitalisasi dalam men­jawab permasalahan pasar tenaga kerja bagi generasi muda saat ini.

“Indonesia menggunakan digitalisasi sebagai new engine of growth dan edukasi dalam mendukung digitalisasi seperti kerja sama dengan International Business Machines (IBM) dan Apple Academy,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Airlangga juga membeberkan keunggulan program Merdeka Belajar, yaitu para pelajar bisa memiliki pengalaman magang.

Baca juga : Pertaruhan Terakhir Bagi Thomas Tuchel

Selain itu, terdapat insentif super deduction untuk kegiatan riset dan berbagai insentif pajak lainnya untuk pendidikan.

Dia juga mengungkapkan besarnya tantangan Indonesia di bidang tenaga kerja. Indonesia negara besar, jika diproyeksikan ke Eropa, akan membentang dari Irlandia hingga Kazakhtan.

“Penduduk Indonesia besar. Setiap tahun lahir penduduk baru hampir 5 juta orang. Karena itu, Indonesia harus menyiapkan paling tidak 5 juta pekerjaan setiap tahunnya,” sebutnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.