Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Kondisi ekonomi Indonesia yang terus tumbuh positif mendapat perhatian dunia. Wakil Kanselir Jerman Robert Habeck memuji pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,11 persen pada triwulan I-2024.
Hal itu disampaikan Habeck yang juga Menteri Ekonomi dan Aksi Iklim Republik Federal Jerman, saat menerima kunjungan bilateral Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Berlin, Jerman, Senin (6/5/2024).
Pertemuan antara dua negara ekonomi terbesar di Kawasan ASEAN dan Eropa tersebut membahas berbagai kerja sama di bidang industri, perdagangan dan investasi, energi, serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
Baca juga : Penonaktifan NIK Warga Jangan Sembrono Dong
Airlangga dalam sambutannya mengatakan, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11 persen (year on year/yoy) pada triwulan I-2024, merupakan yang tertinggi sejak tahun 2015.
Solidnya pertumbuhan ekonomi di triwulan I juga dikonfirmasi oleh berbagai lembaga rating, yang memberikan asesmen positif bahwa ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga, serta didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabil.
Capaian pertumbuhan ekonomi nasional tersebut juga semakin berkualitas. Hal ini tercermin dari data ketenagakerjaan per Februari 2024.
Baca juga : Duel Hidup Mati Garuda Muda
“Jika dibandingkan Februari 2023, jumlah penduduk yang bekerja bertambah 3,55 juta orang menjadi 142,18 juta orang. Sedangkan jumlah pengangguran berkurang 0,79 juta orang menjadi 7,2 juta orang dibandingkan Februari 2023,” kata Airlangga.
Kondisi tersebut, kata dia, menjadikan proporsi pekerja formal meningkat menjadi 40,83 persen atau lebih tinggi dari Februari 2023 (39,88 persen).
Peningkatan tersebut didorong oleh meningkatnya pekerja dengan status buruh, karyawan atau pegawai yang tumbuh sebesar 2,66 persen (yoy).
Baca juga : Timberwolves Hajar Nuggets
Dari sektor pengeluaran, Ketua Umum Partai Golkar ini mengungkapkan, tingginya realisasi berbagai belanja Pemerintah, terutama untuk belanja Pemilu telah mendorong konsumsi Pemerintah tumbuh mencapai 19,9 persen (yoy).
“Hal itu juga tercermin dari Konsumsi Lembaga Non Profit Rumah Tangga (LNPRT) yang tumbuh hingga 24,29 persen (yoy). Ini disebabkan adanya kegiatan Pemilu,” terangnya.
Selain itu, konsumsi rumah tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) masih menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, meski di tengah net ekspor yang negatif.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya