Dark/Light Mode

Tumbuh 5,11 Persen

Ekonomi Kita Dipuji Jerman

Rabu, 8 Mei 2024 07:00 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) dan Wakil Kanselir dan Menteri Ekonomi dan Aksi Iklim Republik Federal Jerman Robert Habeck, melakukan pertemuan bilateral di Berlin, Jerman, Senin (6/5/2024). Foto: DOK KEMENKO PEREKONOMIAN
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) dan Wakil Kanselir dan Menteri Ekonomi dan Aksi Iklim Republik Federal Jerman Robert Habeck, melakukan pertemuan bilateral di Berlin, Jerman, Senin (6/5/2024). Foto: DOK KEMENKO PEREKONOMIAN

 Sebelumnya 
Kondisi tersebut menunjuk­kan permintaan domestik yang masih kuat dan didukung oleh kebijakan fiskal sebagai shock absorder dalam merespons kon­disi ketidakpastian global yang terjadi saat ini.

Airlangga mengatakan, Indo­nesia mampu menjadi salah satu negara yang tumbuh kuat dan persisten berada di level yang tinggi dibandingkan Malaysia (3,9 persen), Korea Selatan (3,4 persen), Singapura (2,7 persen) dan Meksiko (1,6 persen).

Pertumbuhan ekonomi na­sional tersebut juga disertai dengan tingkat inflasi yang rendah dan terkendali sebesar 3,0 persen, atau lebih rendah dibandingkan India (4,9 persen), Brazil (3,9 persen) dan Filipina (3,7 persen).

Baca juga : Penonaktifan NIK Warga Jangan Sembrono Dong

“Untuk sisa periode tahun 2024, kondisi perekonomian global diestimasikan masih menghadapi ketidakpastian yang dipicu oleh kebijakan suku bunga tinggi, peningkatan tensi geopolitik, hingga pelemahan permintaan global,” jelasnya.

Meski demikian, berdasarkan publikasi laporan Dana Moneter Internasional (IMF) yang ber­tajuk World Economic Outlook (WEO) pada April 2024, per­ekonomian nasional tahun 2024 diproyeksikan tetap resilient pada kisaran 5 persen.

Sedangkan pada 2025 diproyeksi akan mengalami pening­katan, serta melampaui proyeksi pertumbuhan ekonomi global dan rata-rata negara berkem­bang.

Baca juga : Duel Hidup Mati Garuda Muda

Sebagai upaya dalam menjaga pertumbuhan ekonomi tersebut, Pemerintah telah mencanangkan sejumlah strategi. Mulai dari menjaga daya beli dan stabilitas harga melalui kebijakan bantuan sosial, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) Properti, pengendalian inflasi dengan 4K yakni, keter­jangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.

Kemudian, menjaga ketahanan sektor eksternal melalui optimalisasi penerimaan Devisa Hasil Ekspor (DHE), Sumber Daya Alam (SDA) dan memperkuat implementasi Local Curren­cy Transaction (LCT), hingga mengakselerasi kinerja kebijakan sektoral lain melalui peningkatan nilai tambah dengan hilirisasi dan percepatan transisi energi dengan Electric Vehicle (EV).

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri menggarisbawahi pentingnya penyelesaian pe­rundingan Indonesia-European Union Comprehensive Eco­nomic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dalam waktu dekat dengan memperhatikan asas fair trade dan kemakmuran. DIR

Baca juga : Timberwolves Hajar Nuggets

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Rabu, 08 Mei 2024 dengan judul "Tumbuh 5,11 Persen Ekonomi Kita Dipuji Jerman"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.