Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Kondisi tersebut menunjukkan permintaan domestik yang masih kuat dan didukung oleh kebijakan fiskal sebagai shock absorder dalam merespons kondisi ketidakpastian global yang terjadi saat ini.
Airlangga mengatakan, Indonesia mampu menjadi salah satu negara yang tumbuh kuat dan persisten berada di level yang tinggi dibandingkan Malaysia (3,9 persen), Korea Selatan (3,4 persen), Singapura (2,7 persen) dan Meksiko (1,6 persen).
Pertumbuhan ekonomi nasional tersebut juga disertai dengan tingkat inflasi yang rendah dan terkendali sebesar 3,0 persen, atau lebih rendah dibandingkan India (4,9 persen), Brazil (3,9 persen) dan Filipina (3,7 persen).
Baca juga : Penonaktifan NIK Warga Jangan Sembrono Dong
“Untuk sisa periode tahun 2024, kondisi perekonomian global diestimasikan masih menghadapi ketidakpastian yang dipicu oleh kebijakan suku bunga tinggi, peningkatan tensi geopolitik, hingga pelemahan permintaan global,” jelasnya.
Meski demikian, berdasarkan publikasi laporan Dana Moneter Internasional (IMF) yang bertajuk World Economic Outlook (WEO) pada April 2024, perekonomian nasional tahun 2024 diproyeksikan tetap resilient pada kisaran 5 persen.
Sedangkan pada 2025 diproyeksi akan mengalami peningkatan, serta melampaui proyeksi pertumbuhan ekonomi global dan rata-rata negara berkembang.
Baca juga : Duel Hidup Mati Garuda Muda
Sebagai upaya dalam menjaga pertumbuhan ekonomi tersebut, Pemerintah telah mencanangkan sejumlah strategi. Mulai dari menjaga daya beli dan stabilitas harga melalui kebijakan bantuan sosial, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) Properti, pengendalian inflasi dengan 4K yakni, keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.
Kemudian, menjaga ketahanan sektor eksternal melalui optimalisasi penerimaan Devisa Hasil Ekspor (DHE), Sumber Daya Alam (SDA) dan memperkuat implementasi Local Currency Transaction (LCT), hingga mengakselerasi kinerja kebijakan sektoral lain melalui peningkatan nilai tambah dengan hilirisasi dan percepatan transisi energi dengan Electric Vehicle (EV).
Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri menggarisbawahi pentingnya penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dalam waktu dekat dengan memperhatikan asas fair trade dan kemakmuran. DIR
Baca juga : Timberwolves Hajar Nuggets
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Rabu, 08 Mei 2024 dengan judul "Tumbuh 5,11 Persen Ekonomi Kita Dipuji Jerman"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya