Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Cetak Kinerja Positif, Kilang Pertamina Siap Tangkap Peluang Pada 2024
Kamis, 13 Juni 2024 17:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) meraih kinerja positif pada tahun 2023. Hal ini tergambar pada Rapat Umum Pemegang Saham KPI yang berlangsung di Jakarta.
Sejumlah pencapaian positif pada tahun buku 2023 membangkitkan semangat untuk meraih kinerja lebih baik pada tahun 2024.
"KPI berhasil melalui tahun 2023 dengan baik. Hal ini ditandai dengan pencapaian positif perusahaan yang pada hari ini disampaikan Direksi kepada Pemegang Saham," kata Direktur Utama PT KPI, Taufik Aditiyawarman dalam keterangan tertulis perusahaan, Kamis (14/6/2024).
Baca juga : Komisi VI DPR Jempolin Kinerja Positif Pertamina Sepanjang 2023
Sepanjang tahun 2023 KPI berhasil mengolah minyak mentah sekitar 340,91 juta barrel, meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 333,06 juta barrel.
Sementara produksi produk BBM (Bahan Bakar Minyak) tahun 2023 sebanyak 274,80 juta barrel, meningkat 5,15 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 261,35 juta barrel.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh KPI pada tahun 2023 adalah konflik geopolitik yang berkepanjangan di Eropa dan Timur Tengah yang juga memberikan dampak yang sangat besar terhadap perekonomian global.
Baca juga : Tim Gabungan KLHK Dan Polda Banten Tangkap 5 DPO Pemburu Badak Jawa
Konflik tersebut mempengaruhi rantai pasok dan harga komoditas energi dan pangan serta lonjakan inflasi global.
Di tengah tantangan tersebut, KPI menurut Taufik tetap fokus dalam menjalankan mandat untuk mendukung ketahanan energi nasional.
"KPI harus dapat memenuhi kebutuhan energi nasional, khususnya dalam penyediaan bahan bakar minyak bagi masyarakat dan kalangan industri berkoordinasi di Pertamina Group. Disisi lain, KPI juga diharapkan memiliki profitabilitas yg baik," kata Taufik.
Baca juga : Top! Pertamina Kantongi Laba Rp 72 Triliun Pada 2023
Pada tahun 2023, KPI meneguhkan komitmennya untuk menjadi leading dan pioneer dalam pengembangan drop in renewable fuel khususnya Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau Bioavtur yang menjadi jawaban untuk dekarbonisasi industri penerbangan sipil dan telah memenuhi persyaratan aspek safety yang ketat.
"Inovasi SAF merupakan upaya KPI dalam menjawab tantangan bisnis dan kebutuhan pasar terkait bahan bakar terbarukan dan rendah emisi di industri penerbangan sipil sekaligus mendukung komitmen Pemerintah dalam capaian target Net Zero Emission (NZE)," kata Taufik.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya