Dark/Light Mode

Dukung Dekarbonisasi, ICDX Dan Shanghai Metal Market Gelar Asean Tin Industry Conference

Jumat, 14 Juni 2024 09:38 WIB
Indonesia Commodity Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) bersama Shanghai Metal Market (SMM) menggelar Asean Tin Industry Conference, di Jakarta, Kamis (13/6/2024). (Foto: Dok. ICDX)
Indonesia Commodity Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) bersama Shanghai Metal Market (SMM) menggelar Asean Tin Industry Conference, di Jakarta, Kamis (13/6/2024). (Foto: Dok. ICDX)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) bersama Shanghai Metal Market (SMM) menggelar Asean Tin Industry Conference.

Ajang ini digelar bersamaan dengan Indonesia Critical Mineral yang berlangsung selama 3 hari, mulai 11 – 13 Juni 2024.

Ajang Asean Tin Industry Conference tahun 2024 ini diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari berbagai negara.

Berbagai topik dibahas dalam ajang ini, baik dari sisi kebijakan pemerintah, pengembangan industri, rantai pasok hingga prospek perdagangan timah masa depan.

ICDX terus memperkuat komitmen mendukung dekarbonisasi dengan berbagai program inisiatif yang menekankan praktik keberlanjutan.

Baca juga : Usung Inisiatif Dekarbonisasi, PERURI Raih Penghargaan TOP CSR Award 2024

Direktur Utama ICDX Nursalam mengatakan, kerja sama dengan SMM ini tentunya adalah sebuah upaya ICDX untuk memperluas pasar khususnya dalam bursa timah.

Seperti diketahui, komoditas timah merupakan komoditas global yang buyer-buyernya tersebar diseluruh dunia.

"Dengan adanya event bersama SMM ini, harapannya ICDX dapat mengembangkan pasar langsung ke berbagai negara pengguna atau konsumen timah," ujar Nursalam dalam keterangannya, Kamis (13/6/2024).

Head of Strategic Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) Zulfal Faradis mengatakan, timah sebagai salah satu komoditas unggulan, memainkan peran dalam menyediakan bahan baku yang diperlukan untuk teknologi berkarbon rendah melalui praktik “green metals” atau praktik yang mengedepankan proses ramah lingkungan pada produksi logam.

"Namun, untuk secara efektif mengurangi jejak karbonnya, industri ini harus memitigasi strategi yang tepat,” ujar Zulfal di sela-sela pemaparan yang bertajuk Indonesia Clean Metal Initiatives pada konferensi Indonesia Critical Minerals (ICM) 2024 di Jakarta, Kamis (13/6/2024).

Baca juga : Forum Digital Marketing Pecahkan Rekor Jumlah Peserta

Sementara itu, Senior Vice President Logan Lu mengatakan, pihaknya melihat Indonesia sebagai penghasil memiliki cadangan timah yang cukup besar di dunia merupakan pemain penting dalam perdagangan timah global.

Logan Lu menambahkan, kerja sama dengan ICDX dalam menggelar Asean Tin Industry Conference ini untuk mempertemukan para pelaku pasar timah dunia baik seller maupun buyer.

"Kami melihat ICDX memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan kualitas perdagangan global khususnya untuk komoditas timah," ujarnya.

Terkait perdagangan timah, ICDX telah menjalankan perdagangan pasar fisik timah melalui bursa sejak tahun 2013.

Dengan adanya bursa ini, ICDX telah menjadi salah satu ikon Indonesia dimata dunia. Dalam hal komoditas timah, Indonesia memiliki peran strategis di kancah dunia.

Baca juga : Dukung Dekarbonisasi, PGN Luncurkan Reverse Vending Machine

Dari sisi kapasitas produksi, berdasarkan laporan United States Geological Survey (USGS) tahun 2023 menyebutkan Indonesia berada di posisi 3 sebagai negara penghasil timah terbesar di dunia dengan kapasitas produksi 52.000 metrik ton.

Posisi 2 ditempati Myanmar dengan kapasitas 54.000 metrik ton, dan di posisi pertama negara penghasil timah terbesar di dunia ditempati Tiongkok dengan 68.000 metrik ton

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.