Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemenhub Wujudkan Layanan Truk Naik Kereta Di Jalur Makassar-Parepare
Jumat, 14 Juni 2024 16:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersiap menghadirkan kereta api pengangkut logistik di Kereta Api Sulawesi Selatan rute Makassar-Parepare.
Rencananya, kereta logistik tersebut akan beroperasi di tahun ini. Berbeda dari biasanya, Kemenhub berencana menerapkan sistem rolling highway atau rola untuk kereta logistik tersebut atau truk naik kereta.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal menuturkan, sistem rola adalah truk barang diangkut dengan kereta api untuk pengiriman barang dari pelabuhan ke pabrik dan sebaliknya.
Barang-barang tersebut rencananya akan diangkut dari dan menuju pelabuhan di sekitar jalur kereta Makassar-Parepare seperti Pelabuhan Garongkong dan Dry Port Rammang-rammang.
Baca juga : BRI Insurance Serahkan Santunan Bagi Korban Kebakaran Di Jayapura Selatan
Menurut Risal, tahap awal sistem rola akan diberlakukan pada jalur kereta dari Stasiun Ramang-ramang hingga Stasiun Garongkong sejauh sekitar 108 kilometer.
Risal mengatakan, dengan sistem ini, barang-barang yang diangkut dalam truk tidak perlu lagi dibongkar muat untuk dimasukkan ke dalam kereta barang.
"Truk dan barangnya langsung naik ke kereta api menuju ke pelabuhan dan kemudian ke stasiun. Lalu, truk tersebut berjalan lagi menuju pinggir pelabuhan sehingga truk angkutan akan selalu membawa muatan dari maupun menuju pelabuhan," kata Risal ditemui di Makassar, Sulsel, dikutip Jumat (14/6/2024).
Risal mengaku akan menghadirkan 20 rangkaian kereta datar yang nantinya akan mengangkut sekitar 40 unit truk barang.
Baca juga : KCIC Imbau Masyarakat Tak Main Layangan Di Sekitar Jalur Kereta Cepat
Ia menilai, salah satu sektor yang akan memanfaatkan layanan ini adalah industri semen.
Beberapa perusahaan memiliki pabrik semen yang berdekatan dengan sejumlah stasiun kereta pada lintas Makassar-Parepare, di antaranya Semen Bosowa dan Semen Tonasa.
Ia berharap ke depannya sistem angkutan kereta ini juga dapat dimanfaatkan juga untuk mengangkut hasil perkebunan masyarakat. Dirinya percaya sistem rola memiliki efek positif untuk memperlancar arus barang.
Sistem ini juga dapat menurunkan tingkat kemacetan dan mengurangi tingkat kerusakan jalan akibat kendaraan angkutan yang kelebihan muatan atau over dimension dan over loading (ODOL).
Baca juga : Pengembangan Transportasi Massal Berbasis Kereta Di Bali Masuki Babak Baru
"Karena tidak adanya macet, tidak ada kerusakan, dampak lingkungan pun akan berkurang jauh karena polusi akan berkurang," ucap Risal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya