Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dukung Program 1 Juta BPOD, Bina Buana Raya Genjot Ekspansi Armada Dan Inovasi
Kamis, 20 Juni 2024 19:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kegiatan eksplorasi minyak dan gas terefleksi ke dalam program pemerintah untuk 1 Juta Barrel of Oil Per Day (BOPD) yang akan dicapai pada tahun 2032 untuk memenuhi kebutuhan energi Nasional.
“Untuk mendukung program tersebut akan ada banyak program pengeboran minyak dan gas lepas pantai," ujar Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk. atau BBR Na'im Machzyumi dalam paparan publik virtual, Kamis (20/6/2024).
Na'im menambahkan, hal tersebut juga berpengaruh terhadap industri pendukung minyak dan gas dan BBR merupakan salah satunya.
Untuk market luar negeri khususnya Asia mulai bergerak kepada sumber energi terbarukan, dan salah satunya adalah offshore wind energy yang sudah kita dukung selama 1,5 tahun terakhir di Taiwan.
Baca juga : Dukung Program Merdeka Belajar, Bank DKI Jalin Kerja Sama Dengan UNS Surakarta
Ia menambahkan, untuk prospek industri di tahun 2024, menurut Na’im sektor transportasi kargo, terutama batubara dan nikel, masih memiliki prospek bisnis yang besar bagi para pelaku industri pelayaran.
“Hal ini terutama karena batubara masih menjadi sumber energi utama di banyak negara, khususnya di Asia seperti Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Na’im menjelaskan upaya Perseroan di tahun 2024 yaitu modernisasi dan ekspansi armada.
“Kami terus berinvestasi dalam peningkatan dan perluasan armada untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat dan standar industri yang terus berkembang,"ujarnya.
Baca juga : Anggota Komisi III DPR Minta Aparat Genjot Pemberantasan Narkoba Di Kalimantan
Hal ini dilakukan dengan membeli kapal-kapal baru yang dilengkapi dengan teknologi canggih, peningkatan kapasitas penarik dan peningkatan efisiensi bahan bakar.
Selain itu melakukan diversifikasi armada yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik klien atau segmen pasar.
Lebih lanjut Na'im menjelaskan, Perseroan juga menjajaki peluang untuk mendiversifikasi kapal sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan keadaan geografis.
Memperluas operasinya ke pasar-pasar baru seperti energi angin lepas pantai, konstruksi kelautan, dan penambangan laut dalam karena permintaan akan layanan kapal diperkirakan akan meningkat.
Baca juga : Dukung Program TJSL, Askrindo Muda Gelar Aksi Relawan Bakti BUMN Batch V
"Dengan tetap mengutamakan kelestarian lingkungan dengan menggunakan teknologi digitalisasi untuk mengoptimalkan operasi kapal," pungkas Na'im.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya