Dark/Light Mode

5 Arahan Jokowi untuk Pengendalian Inflasi

Senin, 1 Juli 2024 07:44 WIB
Presiden Jokowi memberikan arahan kepada Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah pada acara Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2024 (Foto: dok. Bank Indonesia)
Presiden Jokowi memberikan arahan kepada Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah pada acara Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2024 (Foto: dok. Bank Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi mengapresiasi kerja keras dan sinergitas Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah di dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), karena dinilai mampu mengendalikan inflasi hingga menyentuh angka 2,84 persen (yoy) pada Mei 2024.

Namun, Presiden tetap mengingatkan agar TPIP dan TPID untuk tetap memonitor pergerakan harga-harga di lapangan, karena inflasi berdampak langsung ke masyarakat.

“Sekarang inflasinya 2,84 (persen), growth, pertumbuhan ekonominya 5,11 persen. Nah ini segar kalau seperti ini. Tapi kita harus tetap waspada, hati-hati. Tidak boleh lengah, tantangan ke depan tidak mudah,” tegas Presiden Jokowi, saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2024 bertema "Pengamanan Produksi dan Peningkatan Efisiensi Rantai Pasok untuk Mendukung Stabilitas Harga" di Istana Negara, Jakarta, pada tanggal 14 Juni 2024.

Rakornas ini dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi dan dihadiri oleh Menko Perekonomian selaku Ketua TPIP Airlangga Hartarto, Gubernur BI Perry Warjiyo, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju, Pimpinan lembaga negara, serta seluruh TPID Provinsi/Kabupaten/Kota.

Dalam arahannya, Presiden Jokowi menginstruksikan TPIP dan TPID, agar senantiasa memperkuat pengendalian inflasi melalui pengamanan produksi dan peningkatan efisiensi rantai pasok pangan, dan didukung oleh Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Upaya tersebut perlu terus dilakukan, untuk memitigasi berbagai risiko dampak ketidakpastian global dan perubahan iklim terhadap inflasi, termasuk inflasi pangan. Sehingga, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) dapat terjaga di kisaran sasaran 2,5±1 persen pada 2024-2027.

Baca juga : Sinergi Ulama-Umara Penting untuk Bendung Ideologi Transnasional

Jokowi mengapresiasi terkendalinya inflasi IHK selama 10 tahun terakhir yang berada dalam tren menurun dari 8,36 persen (yoy) di 2014 menjadi 2,84 persen (yoy) pada Mei 2024.

Capaian positif tersebut merupakan hasil konsistensi kebijakan moneter, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara BI dan Pemerintah dalam TPIP dan TPID, melalui penguatan GNPIP di berbagai daerah.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi meminta kepada BI dan Pemerintah untuk memperkuat pengendalian inflasi, melalui lima strategi untuk meningkatkan pengamanan produksi dan efisiensi rantai pasok pangan.

Pertama, memperkuat produksi pangan melalui optimalisasi pemanfaatan infrastruktur pengairan, untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim. Kedua, mengakselerasi penerapan teknologi berbasis riset dalam mendukung digitalisasi pertanian (smart agriculture).

Ketiga, mendorong investasi untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Keempat, memutakhirkan sistem dan infrastruktur logistik yang terintegrasi untuk mendukung kelancaran distribusi dan efisiensi rantai pasok antardaerah.

Kelima, memperkuat sinergi dan koordinasi antarlembaga, di tingkat pusat dan daerah, untuk mendukung upaya pengendalian inflasi.

Sinergi Pemangku Kebijakan

Baca juga : Genjot SDM Di Kalteng, Jokowi Resmikan Fasilitas Pendidikan Senilai Rp 84,2 M

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan apresiasi atas sinergi erat seluruh pemangku kebijakan dalam pengendalian inflasi, sehingga inflasi tetap terjaga dalam kisaran sasarannya.

Perry menegaskan, BI terus memperkuat bauran kebijakan moneter yang pro-stability guna memitigasi risiko yang dapat memberikan tekanan terhadap inflasi. Termasuk, risiko kenaikan imported inflation serta kenaikan harga energi dan pangan global.

 

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo memberikan paparan pada acara Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2024. (Foto: dok. Bank Indonesia)


Selain itu, BI juga akan meningkatkan peran 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia di seluruh Indonesia untuk menjaga​ keberlanjutan sinergi dan efektivitas GNPIP, antara lain melalui program ketahanan komoditas pangan, kerja sama antardaerah, fasilitasi distribusi pangan, serta digitalisasi, guna mendukung pencapaian sasaran inflasi.

“Inflasi yang rendah adalah faktor yang sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, serta kesejahteraan rakyat Indonesia. Kami memprakirakan inflasi pada sisa tahun 2024 ini dan tahun 2025, tetap terkendali rendah dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen,” papar Perry.

TPID Award 2024

Dalam pembukaan Rakornas Pengendalian Inflasi, Presiden Jokowi menyerahkan penghargaan kepada 15 Kepala Daerah Penerima Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award 2024.

Baca juga : Memaksimalkan ETPD untuk Genjot Pendapatan

 

Presiden Jokowi menyerahkan piala kepada kepala daerah pemenang TPID Award di Istana Negara (Foto: dok. Bank Indonesia) .

 

Penghargaan yang diraih TPID Provinsi dan TPID Kabupaten/Kota yang dinilai berhasil dalam pengendalian inflasi. Berikut daftar 15 Penerima TPID Award 2024:

  1. TPID Provinsi Berkinerja Terbaik Kawasan Sumatra, Provinsi Kepulauan Riau
  2. TPID Provinsi Berkinerja Terbaik Kawasan Jawa-Bali, Provinsi Jawa Tengah
  3. TPID Provinsi Berkinerja Terbaik Kawasan Kalimantan, Provinsi Kalimantan Selatan
  4. TPID Provinsi Berkinerja Terbaik Kawasan Sulawesi, Provinsi Sulawesi Tenggara
  5. TPID Provinsi Berkinerja Terbaik Kawasan Nusamapua, Provinsi Nusa Tenggara Barat
  6. TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik Kawasan Sumatra, Kota Pekanbaru
  7. TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik Kawasan Jawa-Bali, Kota Madiun
  8. TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik Kawasan Kalimantan, Kota Banjarmasin
  9. TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik Kawasan Sulawesi, Kabupaten Bone
  10. TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik Kawasan Nusamapua, Kota Mataram
  11. TPID Kabupaten/Kota Berprestasi Kawasan Sumatra, Kabupaten Tanah Datar
  12. TPID Kabupaten/Kota Berprestasi Kawasan Jawa-Bali, Kabupaten Kebumen
  13. TPID Kabupaten/Kota Berprestasi Kawasan Kalimantan, Kabupaten Kutai Kartanegara
  14. ⁠TPID Kabupaten/Kota Berprestasi Kawasan Sulawesi, Kabupaten Boalemo
  15. TPID Kabupaten/Kota Berprestasi Kawasan Nusamapua, Kabupaten Lombok Barat

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.