Dark/Light Mode

BRI Patuh Rencana Perpanjangan Restrukturisasi Kredit Terdampak Covid-19

Senin, 1 Juli 2024 15:52 WIB
BRI menyatakan akan patuh dan melaksanakan apa pun terkait adanya aturan atau wacana perpanjangan restrukturisasi kredit terdampak Covid-19. (Foto: Ilustrasi BRI)
BRI menyatakan akan patuh dan melaksanakan apa pun terkait adanya aturan atau wacana perpanjangan restrukturisasi kredit terdampak Covid-19. (Foto: Ilustrasi BRI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyatakan, akan patuh dan melaksanakan apa pun terkait adanya aturan atau wacana perpanjangan restrukturisasi kredit terdampak Covid-19, yang sebelumnya telah berakhir pada Maret 2024.

“BRI mengetahui informasi rencana kebijakan tersebut dari media massa dan apabila rencana perpanjangan restrukturisasi dimaksud telah diterbitkan kebijakannya oleh Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maka BRI akan patuh dan melaksanakannya,” kata Direktur Bisnis Mikro BRI Supari kepada RM.id, Senin (1/7/2024)

Baca juga : Restrukturisasi Kredit Jaga Kesehatan Bank

Supari menegaskan, dalam kerangka program penyelamatan UMKM dari dampak Pandemi Covid 19, maka BRI telah menjalankan program restrukturisasi Covid-19 sejak diterbitkannya POJK No. 11/POJK.03/2020 pada Maret 2020 dan telah mengakhirinya pada 31 Maret 2024 sebagaimana Keputusan Dewan Komisioner OJK No 34/KDK.03/2022.

“Dalam menjalankan restrukturisasi kredit UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) terdampak Covid-19, BRI fokus terhadap penyehatan nasabah dan sebagai wujud kehati-hatian,” tuturnya.

Baca juga : Pelemahan Rupiah Berdampak Ke APBN

Selama pandemi BRI, sambung Supari, BRI telah menyiapkan pencadangan yang lebih konservatif sesuai PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) 71 untuk mengantisipasi risiko ke depan.

Sebagai informasi, hingga akhir Maret 2024, kualitas kredit BRI masih terjaga dengan Non Performing Loan (NPL) sebesar 3,11 persen dan sebagai NPL coverage sebesar 214,26 persen.

Baca juga : ASDP Sterilisasi Area Pelabuhan Bakauheni

“Ke depan, BRI juga berharap adanya kebijakan penguatan yang dapat memperkuat daya beli masyarakat dan meningkatkan konsumsi rumah tangga,” ucapnya.

Karena dua faktor tersebut menurut Supari, menjadi driver utama pertumbuhan kredit UMKM yang menjadi kontributor utama, dan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia ditengah kondisi makro ekonomi yang menantang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.