Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Genjot Produksi Migas, Kepala SKK Migas Cek Pembangunan FPSO Marlin Natuna
Kamis, 4 Juli 2024 11:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas) Dwi Soetjipto meninjau langsung full konversi pembangunan kapal tanker menjadi FPSO (Floating Storage Production and Offloading) atau Unit penyimpanan dan pembongkaran produksi migas terapung, di kawasan galangan kapal Pan Ocean PT Dok Warisan Pertama di Tanjung Uncang, Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Rabu, (3/7/2024).
Proyek konversi kapal tangker ke FPSO ini merupakan proyek yang pertama kali dikerjakan di Indonesia, dilakukan oleh pekerja lokal dan telah masuk pada fase Commisioning atau fase pengetesan secara parsial.
Nantinya, Koversi kapal tangker ke FPSO ini dilakukan untuk menampung minyak gas bumi proyek forel yang dihasilkan dari Natuna, Kepulauan Riau.
Baca juga : Garap Proyek Nexus, BI Kembangkan Sistem Pembayaran Cepat Antarnegara
FPSO ini memiliki kapasitas produksi 250 Ribu BOPD, diberinama FPSO Marlin Natuna.
Dalam kunjungannya, Dwi dan jajaran didampingi Direktur & Chief Officer Medco Energi.
Dengan sigap, Dwi memapaki anak tangga FPSO yang konversinya telah rampung 80 Persen. Dwi meninjau seluruh fasilitas FPSO termasuk fasilitas penginapan bagi para pekerja yang nanti akan bekerja di FPSO ini.
Baca juga : Genjot Produktivitas Petani, Kementan Pacu Program Pompanisasi
Dwi mengatakan, pembangunan atau koversi Kapal Tangker ke FPSO ini merupakan bagian dari upaya penting SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco Energi meningkatkan kapasitas produksi migas guna mendukung ketersediaan energi nasional.
"FPSO ini dibangun untuk peningkatan produksi gas dan direncanakan akan sail away (berlayar) pada Agustus, dan digunakan pada saat proyek Forel Onstream di Kuartal empat 2024,“ kata Dwi.
Direktur & Chief Operating Officer Medco Energi Ronald Gunawan menambahkan, FPSO ini dijadwalkan akan digunakan pada proyek forel area di Kepulauan Natuna dengan kontribusi 10 Ribu BOPD.
Baca juga : Geopolitik Pemerintahan Daerah Dalam Pembangunan NKRI
“Kami tengah berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penyelesaian pembuatan fasilitas produksi tersebut. Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak sehingga proyek ini terus berjalan dengan aman,” ujar Ronald.
Ronald menambahkan, Medco E&P Natuna juga sedang melakukan pengeboran sumur lepas pantai atau offshore untuk mengembangkan lapangan gas West Belut dan Terubuk.
"West Belut diharapkan akan selesai di kuartal 4 (Q4) 2024, sedangkan lapangan gas Terubuk dijadwalkan akan selesai di Q3 2025," pungkas Ronald.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya