Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dongkrak Produktivitas Pertanian, Pupuk Indonesia Siapkan 4.800 Ton Pupuk Bersubsidi Di Bone
Minggu, 7 Juli 2024 17:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pupuk Indonesia (Persero) mendukung upaya peningkatan produktivitas padi dan kesejahteraan petani di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dengan menyediakan stok pupuk bersubsidi lebih dari 4.800 ton pada awal Juli 2024.
Direktur Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia Panji Winanteya Ruky mengatakan, dukungan ini untuk mendorong suksesnya program pompanisasi yang diberikan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungannya di Desa Jaling, Kabupaten Bone, Kamis (4/7/2024).
Panji menjelaskan, lahan pertanian di Bone sebagian besar merupakan lahan tadah hujan. Sehingga, agar tetap produktif, Pemerintah melakukan perbaikan irigasi melalui bantuan 300 pompa untuk irigasi.
Karena selama ini, kata dia, petani hanya mengandalkan air hujan untuk pengairan, sehingga dalam setahun, petani hanya bertani satu kali saja.
"Dengan adanya bantuan pompa irigasi dari Pemerintah, petani di Bone sekarang sudah bisa menggarap lahannya hingga tiga kali dalam setahun, sudah seperti lahan pertanian di Indonesia pada umumnya," ujarnya, melalui siaran pers, Minggu (7/7/2024).
Baca juga : Genjot Produktivitas Petani, Kementan Pacu Program Pompanisasi
Panji menekankan, agar mendapatkan hasil yang optimal tentu diperlukan ketersediaan pupuk, sehingga produktivitasnya meningkat dan kesejahteraan petani juga bertambah.
"Untuk itu, Pupuk Indonesia hadir menjalankan perannya dengan menyediakan stok pupuk bersubsidi sesuai regulasi," katanya.
Lebih lanjut disampaikan Panji, tahun ini, Pemerintah di Kabupaten Bone mengalokasikan pupuk bersubsidi sebanyak 137.342 ton.
Rinciannya, pupuk Urea 61.500 ton, NPK Phonska 61.290 ton, NPK Kakao 2.100 ton dan pupuk Organik sebanyak 12.452 ton.
Adapun, stok pupuk bersubsidi yang kini ada di kios dan bisa langsung ditebus petani Bone antara lain pupuk Urea bersubsidi 2.682 ton dan NPK Phonska 2.101 ton. Selain itu, perseroan juga menyiapkan stok NPK Kakao di kios sebanyak 34 ton.
Baca juga : Indonesia Care Gelar Makan Bersama Daging Kurban Di Sumbar
"Stok pupuk ini aman untuk memenuhi kebutuhan petani di Bone selama 14 hari ke depan," katanya.
Sementara itu, guna menjamin kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di 27 kecamatan di Bone, pihaknya juga menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang, seperti 4 gudang Lini III (tingkat kabupaten), 7 distributor, 139 kios.
Serta, 5 petugas lapang yang akan memastikan distribusi dan penyaluran berjalan sesuai aturan, termasuk melakukan pengawasan bersama dengan aparat Pemerintah.
Lebih lanjut Panji mengatakan, pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi harus diperketat karena terdapat ketentuan untuk bisa mendapatkan pupuk bersubsidi.
Selain itu, petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi harus memenuhi kriteria yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 1 Tahun 2024.
Baca juga : Jaga Produktivitas Kerja, Kadin Usul Evaluasi Cuti Bersama
Yaitu, wajib tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (SIMLUHTAN), menggarap lahan maksimal dua hektare.
Komoditas strategis yang berhak menerima subsidi pupuk dibatasi sembilan komoditas saja. Antara lain, padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, kopi, tebu dan kakao.
Panji menambahkan, bagi petani yang tidak tercatat sebagai penerima pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia sudah menyiapkan solusinya melalui pupuk nonsubsidi yang juga bisa didapatkan di kios-kios.
"Kami berharap, stok pupuk yang ada bisa diserap petani dengan optimal sehingga produktivitas dan kesejahteraannya dapat terus ditingkatkan," pungkas Panji.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya