Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Siapkan Sejumlah Strategi
Luhut Cari Cara Tekan Harga Tiket Pesawat
Jumat, 12 Juli 2024 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah terus mencari cara supaya harga tiket pesawat bisa lebih murah. Pasalnya, harga tiket pesawat di Indonesia jadi salah satu yang termahal di dunia.
Mahalnya tiket pesawat ini disinggung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.
“Harga tiket penerbangan yang cukup tinggi dikeluhkan banyak orang akhir-akhir ini. Penyebabnya karena aktivitas penerbangan global yang telah 90 persen pulih dibandingkan dengan situasi sebelum pandemi,” kata Luhut dikutip dari Instagramnya, Kamis (11/7/2024).
Berdasarkan data International Air Transport Association (IATA) atau Asosiasi Transportasi Udara Internasional tahun ini, diproyeksi ada 4,7 miliar penumpang secara global atau naik sebanyak 200 juta jika dibandingkan tahun 2019.
Baca juga : Siap-siap, Usia Kendaraan Di Jakarta Bakal Dibatasi
Luhut bahkan menyebut, tiket pesawat Indonesia termahal kedua di antara negara berpenduduk besar setelah Brazil.
Karena itu, Luhut menyiapkan sejumlah strategi untuk menurunkan harga tiket pesawat. Salah satunya, melakukan evaluasi biaya operasi.
Luhut menerangkan, Cost per Block Hour (CBH) yang merupakan komponen biaya operasi pesawat terbesar perlu diidentifikasi rincian pembentukannya. Perlu strategi untuk mengurangi nilai CBH berdasarkan jenis pesawat dan layanan penerbangan.
“Kami juga berencana mengakselerasi kebijakan pembebasan bea masuk dan pembukaan larangan terbatas barang impor tertentu,” katanya.
Baca juga : Tiga Singa Siap Tampil Beringas
Luhut mengatakan, untuk kebutuhan penerbangan, porsi perawatan berada di 16 persen porsi keseluruhan setelah avtur.
Menurutnya, mekanisme pengenaan tarif berdasarkan sektor rute, berimplikasi pada pengenaan dua kali tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hingga iuran wajib Jasa Raharja, serta Passenger Service Charge (PSC) bagi penumpang yang melakukan transfer/ganti pesawat.
Mekanisme perhitungan tarif perlu disesuaikan berdasarkan biaya operasional maskapai per jam terbang. Ini akan signifikan mengurangi beban biaya pada tiket penerbangan.
Luhut juga menyinggung peran pendapatan kargo pada maskapai kerap kali luput dari perhatian. Menurutnya, pendapatan kargo bisa menjadi pertimbangan dalam hal menentukan tarif batas atas.
Baca juga : Djoker Ditantang Musetti
Selain itu, dia juga mengkaji insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPNDTP) untuk beberapa destinasi prioritas.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya