Dark/Light Mode

Siapkan Sejumlah Strategi

Luhut Cari Cara Tekan Harga Tiket Pesawat

Jumat, 12 Juli 2024 07:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

 Sebelumnya 
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno bakal segera menindaklanjuti mahalnya harga tiket pesawat. Salah satunya melalui komunikasi dengan Kementerian Perhubungan (Ke­menhub) untuk menambah jum­lah maskapai penerbangan.

Sandiaga mengungkapkan, sebelumnya dia telah berko­munikasi dengan Menteri Per­hubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi untuk melakukan pe­nambahan maskapai. Penam­bahan tersebut akan dilakukan pada pertengahan 2024.

Menurutnya, sebagian maska­pai yang sudah menambah pe­sawat untuk rute penerbangan Indonesia bagian timur, yakni dari Bali-Manado, Manado-Sorong, Manado-Ambon oleh TransNusa dan sudah mulai beroperasi sejak April 2024.

Baca juga : Siap-siap, Usia Kendaraan Di Jakarta Bakal Dibatasi

“Jumlah penerbangan secara keseluruhan belum ditambah,” kata Sandiaga.

Dia mencontohkan pener­bangan ke Bali. Walaupun jum­lah wisatawan domestik yang berminat untuk berkunjung ke Bali meningkat sekitar sepuluh persen, namun jumlah penerban­gan menuju Bali justru menurun sekitar 20 persen. “Berarti, load factor-nya (keterisiannya) meningkat,” ucap Sandiaga.

Pengamat penerbangan Alvin Lie menilai, banyak komponen yang mempengaruhi harga tiket pesawat mahal. Tarif tiket pesa­wat domestik juga terpengaruh pada nilai tukar rupiah.

Baca juga : Tiga Singa Siap Tampil Beringas

“Penerbangan domestik ini banyak biaya dalam dolar AS, tapi penghasilannya rupiah. Beda kalau yang internasional. Tiket dijual dengan harga dolar juga, jadi lebih ringan,” ujar Alvin.

Dengan aturan Tarif Batas Atas (TBA), maskapai tidak bisa menjual tiket dengan harga lebih tinggi karena sudah dipatok oleh Pemerintah.

Jadi, ketika penumpang sepi, sumber daya keuangan untuk subsidi silang terbatas, sehingga maskapai tidak bisa menjual tarif tiket lebih murah lagi.

Baca juga : Djoker Ditantang Musetti

“Permasalahan yang harus ada solusinya dan itu kuncinya ada di Kemenhub. Komponen biaya yang besar dalam operasi penerbangan. Unsur tunggal yang terbesar adalah bahan bakar avtur,” terang Alvin.

Alvin juga mencermati jumlah kapasitas penumpang jadi alter­natif harga tiket pesawat turun. Saat ini tingkat keterisian rata-rata masih 62,82 persen. DIR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Jumat, 12 Juli 2024 dengan judul "Siapkan Sejumlah Strategi Luhut Cari Cara Tekan Harga Tiket Pesawat"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.