Dewan Pers

Dark/Light Mode

Petugas Alat Ukur Kapal Wajib Permudah Layanan

Rabu, 20 Nopember 2019 13:26 WIB
R Agus H Purnomo (Foto: Dok. Ditjen Hubla)
R Agus H Purnomo (Foto: Dok. Ditjen Hubla)

RM.id  Rakyat Merdeka - Untuk meningkatkan kinerja sumber daya manusia (SDM) di bidang Perkapalan, perlu dilakukan pemutakhiran data kapal secara berkelanjutan dan evaluasi secara berkala. Khususnya di bidang pengukuran, pendaftaran dan kebangsaan kapal. Peningkatan kinerja SDM tersebut harus sejalan dengan peningkatan integritas para petugas. 

Demikian disampaikan Dirjen Perhubungan Laut (Hubla), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), R Agus H Purnomo, saat Temu Teknis Ahli Ukur Kapal, Petugas Pendaftaran, dan Kebangsaan Kapal, di Jakarta. "Sesuai arahan Menteri Perhubungan (Budi Karya Sumadi), saya mengimbau ke seluruh petugas, salah satunya petugas ukur kapal, jangan pernah mempersulit. Bantu mereka secara maksimal. Saya minta, tolong integritas dijaga betul, kehormatan Ditjen Perhubungan Laut dijaga," pesannya.

Berita Terkait : Yusuf Asy’ari Wafat, Selamat Jalan Bapak Perumahan

Agus mengatakan, saat ini pemerintah sedang menggalakkan supaya seluruh kapal di seluruh Indonesia itu mempunyai paling tidak pass kecil yang terdiri dari 3 unsur. Yaitu pengukuran kapal, pendaftaran kapal, dan kebangsaan kapal. Kira-kira seukuran KTP. "Jadi tidak perlu lagi dokumen ditenteng-tenteng ke laut," katanya. 

Ia juga meminta kepada Direktur Perkapalan dan Kepelautan untuk mempercepat inventarisasi kapal-kapal yang ada di seluruh Indonesia. "Saya minta kepada Direktur Perkapalan dan Kepelautan serta kawan-kawan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan agar dengan KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) dan Pemerintah Daerah untuk segera dijadwalkan bertemu dan membahas untuk inventarisasi kapal yang ada di seluruh Indonesia," ucap Agus. 

Berita Terkait : Prabowo dan Dubes Malaysia Berbincang Soal Pertahanan

Ia berpesan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sebagian dari usaha untuk mendapatkan informasi yang sangat berguna untuk dijadikan referensi penyusunan ataupun perbaikan aturan dan kebijakan demi terselenggaranya kelaiklautan kapal yang bebas dari kecelakaan zero accident. "Jadikan kesempatan ini untuk dapat menyampaikan permasalahan dan kendala yang dihadapi di lingkungan kerja masing-masing untuk kemudian di evaluasi bersama dan dilakukan penyusunan strategi dan kebijakan, kedepannya agar dapat menjadi lebih baik lagi," tutur Agus.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Sudiono, dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan acara ini adalah dalam rangka mengevaluasi kegiatan yang selama ini sudah dilakukan dalam menyusun kebijakan, bimbingan dan supervisi pelaksanaan pelayanan dan administrasi teknis di bidang pengukuran, pendaftaran dan kebangsaan kapal, serta pemutakhiran data kapal seluruh Indonesia.

Berita Terkait : Prabowo Ajak DPR Bikin Konsep Pertahanan Negara

Temu teknis kali ini diikuti perwakilan-perwakilan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Ditjen Hubla yang terdiri dari 349 orang undangan peserta. Terdiri atas 291 orang ahli ukur kapal dan 58 orang petugas pendaftaran dan kebangsaan kapal. [USU]