Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tabungan Ditarget Naik 30 Persen, Bank Mega Syariah Genjot Literasi Keuangan Di Kalangan Pelajar
Jumat, 12 Juli 2024 20:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Mega Syariah menargetkan jumlah tabungan atau number of account (NoA) pada tahun ini tumbuh hingga 30 persen. Sekaligus volume tabungan juga diharapkan tumbuh 10 persen dibanding tahun 2023.
Salah satunya, didorong melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar.
Bank Mega Syariah fokus menggenjot edukasi keuangan sejak dini, melalui kegiatan literasi di berbagai sekolah. Mulai dari jenjang pendidikan PAUD, SD, SMP dan SMA.
Perusahaan berkomitmen membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan keuangan yang diperlukan untuk masa depan yang lebih baik.
Sepanjang tahun 2023, Bank Mega Syariah telah memberikan literasi keuangan kepada lebih dari 1.300 pelajar dari 15 sekolah dasar dan menengah yang ada di berbagai kota di Indonesia.
Baca juga : BSI Targetkan Top 3 Bank Syariah Global: Perjalanan dan Tantangan Mega Merger
“Tahun ini, Bank Mega Syariah semakin masif melakukan literasi kepada pelajar. Hingga Juni 2024, Bank Mega Syariah sudah menjangkau 16 sekolah dan lebih dari 1.500 pelajar,” ujar Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah Hanie Dewita dalam keterangan resmi, Jumat (12/7/2024).
Bank Mega Syariah, tegas Hanie, berkomitmen melakukan perluasan akses keuangan untuk pelajar yang diiringi dengan literasi keuangan.
“Hal ini sebagai bentuk dukungan kami kepada upaya Pemerintah untuk mencapai tingkat inklusi keuangan sebesar 90 persen pada 2024,” katanya.
Selaras dengan program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), Bank Mega Syariah juga membantu para kelompok pelajar untuk membuka rekening tabungan simpanan pelajar (SimPel).
Program KEJAR merupakan salah satu bentuk aksi gerakan pelajar menabung dalam rangka implementasi Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung. Bank Mega Syariah fokus memperluas jangkauan wilayah ke berbagai Kota di Indonesia.
Baca juga : Tawarkan Bunga 0 Persen, Pandai Gadai Ramaikan Persaingan Bisnis Gadai
“Ditargetkan number of account (NoA) dan volume tabungan pada 2024 dapat tumbuh masing-masing lebih dari 30 persen dan 10 persen dibandingkan tahun 2023,” ungkapnya.
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan OJK pada 2022 menyatakan, indeks literasi dan inklusi keuangan pelajar masih rendah yaitu masing-masing 47,56 persen dan 77,80 persen.
Indeks tersebut berada di bawah indeks literasi dan inklusi keuangan nasional, yaitu sebesar 49,68 persen dan 85,10 persen.
Survei ini menunjukkan masih cukup besar kesenjangan antara tingkat literasi dan inklusi keuangan yang mengindikasikan bahwa banyak masyarakat. Termasuk pelajar, belum sepenuhnya memahami berbagai produk dan layanan keuangan yang mereka gunakan.
“Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bagi seluruh pemangku kepentingan mulai dari Pemerintah, regulator hingga para pelaku usaha jasa keuangan,” katanya.
Baca juga : Targetkan Investasi Naik 17 Persen, SKK Migas Genjot Kolaborasi Dan Daya Saing
Bank Mega Syariah mendorong para pelajar dapat menanamkan kebiasaan menabung sejak dini.
“Selain itu, pengelolaan keuangan dan pemahaman produk jasa keuangan yang baik penting agar para generasi muda tidak terjebak pinjaman maupun judi online,” ucapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya