Dark/Light Mode

Erick Lakukan Berbagai Terobosan

BUMN Semakin Kokoh

Kamis, 8 Agustus 2024 07:05 WIB
Menteri BUMN BUMN Erick Thohir (tengah), Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Sekjen Kementerian BUMN Setiawan Wangsaatmadja dan sejumhlah Petinggi BUMN, mengikuti Rapat Kerja (Reker) dengan Komisi VI DPR, Rabu (10/7/24), malam. Foto: TEDY OCTARIAWAN KROEN / RM
Menteri BUMN BUMN Erick Thohir (tengah), Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Sekjen Kementerian BUMN Setiawan Wangsaatmadja dan sejumhlah Petinggi BUMN, mengikuti Rapat Kerja (Reker) dengan Komisi VI DPR, Rabu (10/7/24), malam. Foto: TEDY OCTARIAWAN KROEN / RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan berbagai terobosan sebagai upaya meningkatkan kinerja perusahaan pelat merah. Salah satunya dengan melakukan restrukturisasi.

Selain restrukturisasi, Kementerian BUMN melakukan konsolidasi BUMN yang memiliki core bisnis yang sama.

Setelah itu, melakukan kajian mendalam terhadap beberapa BUMN yang sakit dan tidak memiliki harapan untuk bertahan.

Alhasil, jumlah BUMN semula sebanyak 108 BUMN, kini hanya tersisa 40 BUMN dengan 12 klaster. BUMN kini sudah semakin kokoh.

Baca juga : Luhut Tak Takut Bersaing

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, selama lima tahun, Menteri Erick menghadapi banyak tantangan tak mudah.

Pada awal kepemimpinan tahun 2019, ia bersama Menteri Erick melakukan restrukturisasi perusahaan-perusahaan pelat merah yang bermasalah, seperti Jiwasraya, Asabri, hingga Garuda Indonesia.

“Lalu masuk pada masa pandemi Covid-19 pada 2020. Periode tersebut (kami) benar-benar mencari cara bagaimana BUMN fokus survival dan melakukan restrukturisasi,” kata pria yang akrab disapa Tiko ini dalam Economic Update di Jakarta, yang dikutip Minggu (4/8/2024).

Dalam periode itu juga, Kementerian BUMN berhasil menekan jumlah perusahaan pelat merah dari 108 menjadi 40 perusahaan. “Ada yang di-merger, di-holding ataupun direstrukturisasi. Seperti Pelindo itu di-merger,” ujarnya.

Baca juga : Duh, Pengangguran Makin Banyak Di DKI

Holding terbesar, paparnya, dilakukan di sektor keuangan dengan menggabungkan tiga anak usaha keuangan menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk, yang terdiri dari anggota merger dari Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah dan BNI Syariah.

Setelah itu, pihaknya melakukan pembentukan holding-holding baru, seperti InJourney. Serta penguatan holding yang sudah ada sebelumnya seperti Mind ID.

Mantan bos Bank Mandiri ini berharap, dengan transformasi menyeluruh di berbagai sektor BUMN tersebut, dapat berdampak positif pada kinerja perusahaan negara. Dan pada akhirnya dapat berkontribusi ke pendapatan negara.

Tiko bersyukur, ia bersama Menteri Erick dan semua jajaran di Kementerian BUMN bisa melalui masa-masa itu dengan baik.

Baca juga : Buru Medali Pertamanya

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah mengamini Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Erick, telah memberikan dampak nyata. Semasa ia menjabat, telah terbentuk beberapa holding. Bahkan jumlah BUMN juga terus menyusut.

“Adanya holding dan efisiensi jumlah BUMN, membuat perusahaan pelat merah bekerja lebih fokus dan bergerak,” kata Piter kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, kunci sukses dari pembenahan, restrukturisasi BUMN dan bersih-bersih terjadi karena konsistensi Erick sebagai Menteri BUMN.

Namun, lanjut Piter, langkah itu tidak cukup hanya dilakukan selama lima tahun, melainkan perlu dibuatkan sistem pengawasan yang kuat dan berkelanjutan agar BUMN selalu sehat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.