Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bulaksumur Roundtable Forum Tawarkan Solusi Kelola Dilema Desentralisasi
Jumat, 9 Agustus 2024 22:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Departemen Politik dan Pemerintahan Universitas Gadjah Mada (DPP UGM) melalui Collaborative Hub for Politics and Policy on Sustainability (CoPPS) menyelenggarakan Bulaksumur Roundtable Forum (BRF) di Balai Senat UGM.
BRF menjadi bukti keseriusan DPP UGM dalam mengawal transformasi desentralisasi dalam mengelola dilema pembangunan berkelanjutan.
Dalam pengantar diskusi, Abdul Gaffar Karim, Chairperson Bulaksumur Roundtable Forum menyatakan, yang mungkin tidak selalu kita sadari adalah, tidak semua hal baik bisa mendukung hal baik lainnya.
“Kadangkala, hal-hal baik bisa saling menjadi dilema,” tuturnya.
Pendapat ini diperkuat dengan pernyataan dari Prof. Purwo Santoso, yang menyebut gagasan sustainability ini rumit, antara berkah dan petaka.
Dengan mengelompokkan daerah berdasarkan karakteristik tertentu, kebijakan yang diterapkan dapat lebih spesifik dan efektif.
Selain itu, perlu dilakukan review berkala terhadap kebijakan yang ada untuk memastikan kesesuaiannya dengan prinsip sustainability.
Baca juga : Bank Mega Syariah Tawarkan Deposito Berkah Digital Mulai Rp 1 Juta
Prof. Haryanto, ahli politik lokal UGM menyatakan, yang bisa dicoba adalah mengkombinasikan desentralisasi simetris dan asimetris.
“Daerah berdasarkan potensi dan kondisi obyektif dikelompokkan dengan indikator tertentu, dan kebijakan desentralisasi diterapkan berdasarkan tipologi daerah,” ungkapnya.
Bisa juga berupa kolaborasi untuk mendorong kerja sama pusat-daerah dengan dasar saling percaya.
Direktur Politik Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Syarmadani mengungkapkan, forum multi-pihak berfungsi membuka dialog untuk membuka pilihan-pilihan bagi pengambilan keputusan.
“Swasta dapat memberikan dukungan, iptek dan inovasi,” tuturnya.
Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Thomas Umbu Pati menyatakan.
“IKN disebut sebagai ‘loncatan peradaban’, pemerintahan hybrid, kewenangan pemda diserahkan kepada otorita. Kebijakan ini diambil untuk mengatasi kontestasi kewenangan antar-lembaga pemerintahan,” bebernya.
Baca juga : Ditahan Denmark, Southgate Evaluasi Pola Permainan Inggris
Otoritas ini perlu diterapkan dengan catatan akuntabilitas, inklusif, green, resilience, sustainable. County
Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi menekankan, dalam konteks keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan, transformasi adalah sesuatu yang esensial.
“Teknologi berkembang cepat sekali, oleh karena itu sangat penting bagi pemerintah dan industri untuk belajar bersama-sama agar kita tetap relevan dengan segala perubahan,” ingatnya.
Dengan perubahan yang sangat dinamis, maka pendekatan normatif menjadi lebih baik daripada preskriptif.
“Karena peraturan yang terlalu preskriptif dapat menghambat inovasi industri,” ucapnya.
Sedangkan menurut Silverius Wakil Ketua Umum Bidang Lingkungan Hidup KADIN Oscar Unggul, hilirisasi perlu diimbangi dengan huluisasi yang mungkin menjadi kekuatan Indonesia di masa depan.
“Regenerasi bahan baku. Hutan dengan meregenerasi penanaman,” bebernya.
Baca juga : Gandeng Cisco, Telkom Hadirkan Solusi Untuk Layanan Cloud Terintegrasi
Bulaksumur Roundtable Forum kali ini menawarkan solusi praktis dan solusi teknis. Solusi politis, perlu didorong green leadership dan kolaborasi untuk mendorong kerja sama pusat-daerah serta pemerintah, bisnis, dan masyarakat dengan dasar saling-percaya.
Solusi teknis dengan pembagian tipologi daerah, untuk mengkombinasikan kebijakan simetris dan asimetris.
“CoPPS memfasilitasi komunikasi multipihak untuk mengelola dilema, dan mengintegrasikan inisiatif keberlanjutan ke dalam lanskap politik dan kebijakan di Indonesia, terutama dalam sektor ekonomi hijau dan biru,” kata Program Lead CoPPS, Ian Agisti.
“Dengan strategi Green Leadership, Bulaksumur Roundtable Forum (BRF) akan menjadi program pembuka,” tambahnya.
Bulaksumur Roundtable Forum akan menjadi program reguler, yang berfokus pada keberlanjutan dan akan menghadirkan high level discussion forum dari berbagai sektor.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya