Dark/Light Mode

Penjualan Kredit Karbon Pertamina NRE Meningkat

BUMN Tunjukkan Bukti Dukung Dekarbonisasi

Selasa, 13 Agustus 2024 07:05 WIB
Penjualan Kredit Karbon Pertamina NRE Meningkat BUMN Tunjukkan Bukti Dukung Dekarbonisasi

 Sebelumnya 
“Tahun lalu pasar karbon IDX sudah diluncurkan, sudah ada perdagangan, walaupun masih jauh dari signifikan,” katanya.

Apabila ekosistem perdagangan karbon sudah terbangun, William yakin bahwa nilai perdagangannya bisa mencapai Rp 160.000 triliun, dengan asumsi harga karbonnya sama dengan pasar Eropa. Hanya saja, diper­lukan ekosistem yang mapan untuk mencapainya.

“Kita bukan hanya bicara Rp 8.000 triliun kalau harganya 5 dolar AS per ton, tapi kita bisa bicara sampai Rp 160.000 triliun. Pertanyaannya, adalah ekosistem carbon market-nya mau dikembangkan dengan serius apa tidak,” pungkasnya.

Sebelumnya, Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi mengatakan, pihaknya menjadi penjual kredit karbon pertama saat diluncurkannya perdagangan Perdana IDX Car­bon pada 26 September 2023.

Baca juga : Kilang Balikpapan Dongkrak Ketahanan Energi Nasional

Saat itu, kata dia, volume yang terjual mencapai sekitar 460 ribu ton CO2e (ekuivalen/setara Kar­bondioksida). Dan hingga Juli 2024 realisasi volume penjualan meningkat hingga mencapai sekitar 565 ribu ton CO2e.

“Volume kredit karbon yang diperdagangkan mencapai seki­tar 864 ribu ton CO2e. Dan saat ini kami menguasai 93 persen pangsa pasar kredit karbon di Indonesia,” ujar Dicky melalui siaran pers, Kamis (8/8/2024).

Ia menuturkan, meningkat­nya penjualan kredit karbon Pertamina NRE di bursa karbon menunjukkan kesadaran pelaku industri terhadap isu perubahan iklim, mendorong peningkatan upaya penurunan emisi atas aktivitas operasional korporasi.

Hal ini juga bentuk komitmen kuat perusahaan, terhadap upaya dekarbonisasi di Indonesia. Salah satunya melalui perda­gangan kredit karbon untuk mendukung penurunan emisi, terutama di sektor industri.

Baca juga : Rusun Bakal Dipermak Agar Nyaman Dan Aman

Apalagi perseroan sudah me­miliki berbagai portofolio hijau dan energi bersih yang berpo­tensi menjadi sumber kredit karbon. Sehingga pihaknya sangat terbuka dan antusias untuk bekerja sama dengan industri yang memiliki aspirasi untuk menurunkan emisi dari aktivitas operasionalnya.

Lebih lanjut disampaikannya, Pertamina NRE memiliki kredit karbon dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Lahendong Unit 5 dan 6 yang dikelola anak usaha Pertamina NRE, yaitu PT Pertamina Geo­thermal Energy Tbk (PGE)

“Volume-nya sekitar 864 ribu tCO2e, yang dihasilkan selama periode 2016-2020,” katanya.

Menurutnya, kredit karbon ini telah memenuhi standar nasional yang ditetapkan KLHK (Kemen­terian Lingkungan Hidup dan Kehutanan).

Baca juga : Chelsea Dan Inter Sebut Musim Depan Berat

Ia menegaskan, inisiatif hijau seperti perdagangan karbon berpotensi besar untuk berkon­tribusi terhadap pemenuhan En­hanced Nationally Determined Contribution (ENDC) Indonesia sebesar 31,89 persen, tanpa dukungan internasional dan 43,2 persen dengan dukungan internasional.

“Ekosistem bisnis karbon akan terbentuk, apabila terdapat dukungan yang cukup, terutama dari sisi regulasi,” katanya.

Apalagi, potensinya di Indonesia pun sangat besar, baik yang berbasis teknologi maupun berbasis alam, karena Indone­sia menyimpan potensi energi bersih dan hutan yang cukup besar. IMA

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Selasa, 13 Agustus 2024 dengan judul "Penjualan Kredit Karbon Pertamina NRE Meningkat, BUMN Tunjukkan Bukti Dukung Dekarbonisasi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.