Dark/Light Mode

Pakar: BBM Bersubsidi Dibatasi Tak Efektif, Biayanya Mahal Dibanding Manfaatnya

Rabu, 14 Agustus 2024 07:43 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

 Sebelumnya 
Selain itu kata Komaidi, kebijakan pembatasan BBM subsidi pada dasarnya bukan merupakan sesuatu yang baru.

Kebijakan pembatasan BBM tercatat sudah diinisiasi dan diimplementasikan sejak Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Terbukti tidak efektif," katanya.

Pada 2012 dan 2013, pemerintah mengeluarkan sejumlah rencana pembatasan konsumsi BBM. Salah satunya melalui penggunaan teknologi Radio Frequency Identification (RFID), agar BBM subsidi dapat lebih tepat sasaran.

Baca juga : Pakar: Makan Bergizi Gratis Prabowo Berdampak Signifikan Untuk Perkembangan Anak

RFID ini berfungsi membaca jumlah BBM yang dikonsumsi oleh kendaraan dan dipasang di SPBU. Sementara di kendaraan dipasang suatu alat yang disinkronkan dengan RFID.

"Akan tetapi kemudian pemerintah membatalkan kebijakan tersebut."

Potensi Biaya Sosial Lebih Besar

Komaidi mengatakan, potensi biaya sosial dari kebijakan pembatasan BBM subsidi pada tahun 2024 juga bisa lebih besar, mengingat akan dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di seluruh Indonesia.

Baca juga : Tingkatkan Kualitas-Efektivitas Medsos, Humas Pemerintah Diimbau Manfaatkan AI

Keterbatasan akses BBM pada saat pelaksanaan pesta demokrasi serentak dapat berpotensi memicu permasalahan vertikal dan horizontal.

"Untuk kepentingan edukasi publik dan untuk memenuhi aspek keadilan, peserta Pilkada dan para pendukungnya sebaiknya agar tidak menggunakan BBM subsidi dalam pelaksanaan pesta demokrasi yang akan dilaksanakan," saran Komaidi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan menyebut pembelian BBM subsidi bakal dibatasi per 17 Agustus demi efisiensi untuk meningkatkan penerimaan negara. Dan agar penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran.

Baca juga : Bahas Revisi UU, Ditjen Imigrasi Dengarkan Masukan Para Ahli Dan Masyarakat

Media mengutip Luhut dari akun Instagram pribadinya, @luhut.pandjaitan, tetapi unggahan itu sekarang sudah tidak ada lagi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.