Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pakar Pastikan Program Makan Bergizi Bakal Efektif Cegah Stunting
Kamis, 27 Juni 2024 19:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengamat Ekonomi Universitas Bina Nusantara, Doddy Ariefianto menjelaskan program makan bergizi yang dicanangkan presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo-Gibran efektif mencegah stunting.
Namun Doddy mengingatkan harus ada intervensi lain, seperti yang disebutkan Bank Dunia dalam laporan terbarunya.
Dalam laporan bertajuk Indonesia Economic Prospect edisi Juni 2024, Bank Dunia menjelaskan, program makan bergizi di sekolah akan efektif jika disandingkan dengan intervensi pendidikan, kesehatan, dan gizi lainnya, serta jaring pengaman dasar.
Baca juga : Label AC Hemat Energi Belum Efektif Mengubah Perilaku Konsumen
Meski demikian, beberapa pemberitaan keliru menyebut bahwa Bank Dunia menyatakan “program makan bergizi tidak efektif untuk cegah stunting.”
Intervensi yang dimaksud Doddy adalah pemberian gizi pada anak sejak dalam kandungan. "Karena kualitas manusia di masa depan sudah ditentukan dari kandungan," kata Doddy.
Ia berharap program pemenuhan gizi yang diusung Prabowo-Gibran nantinya dapat menjangkau anak-anak berusia 0-3 tahun.
Baca juga : Kolaborasi Save the Children Dan Nutrition Gencar Cegah Stunting
Menurutnya, rentang waktu tersebut adalah masa emas anak yang tidak hanya berpengaruh pada tumbuh kembang secara fisik, tapi juga kemampuan berpikir.
"Kalau masa emas anak kekurangan gizi, akan jadi manusia undercapity di masa depan. Dan itu akan menjadi beban bagi negara," jelasnya.
Selain itu, Doddy juga sepakat dengan Bank Dunia yang menyebut program makan bergizi gratis untuk anak sekolah akan berdampak positif untuk ekonomi rumah tangga, khususnya bagi penerima manfaat yang hidup di daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi.
Baca juga : Kampung Hortikultura, Program Kementan Manjakan Petani Dan Konsumen
"Efektif untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangga. Karena pengeluaran rumah tangga berarti akan berkurang," tutur Doddy.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya