Dark/Light Mode

Kampung Haji BPKH

Korban Retakan Tanah Kertaangsana, Tidur Tak Was-was Lagi

Rabu, 14 Agustus 2024 11:12 WIB
Nana, korban bencana retakan tanah di Gunung Batu, Desa Kertaangsana terlihat sedang merapihkan rumah hibah program kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Tahun 2023-2024 di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (14/8/2024). Foto: Istimewa
Nana, korban bencana retakan tanah di Gunung Batu, Desa Kertaangsana terlihat sedang merapihkan rumah hibah program kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Tahun 2023-2024 di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (14/8/2024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Nana, korban bencana retakan tanah di Gunung Batu, Desa Kertaangsana terlihat sedang merapihkan rumah hibah program kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Tahun 2023-2024 di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (14/8/2024).

Pria berusia 42 tahun itu bersyukur, keluarganya mendapatkan sebuah unit rumah di kawasan 'Kampung Haji'.

Kali ini, Nana bisa tidur dengan tenang, tidak khawatir akan guncangan yang telah menimbun sejumlah rumah di Gunung Batu di Tahun 2019 silam.

Baca juga : Real Madrid Vs Chelsea, Los Blancos Masih Cari Lawan

"Sekarang sudah tidak was-was lagi. Kalau di sana tidur ngeri banget," katanya.

Akibat musibah keretakan tanah, kediaman Nana dan Ibundanya itu disebut sudah rata dengan tanah. Pria berprofesi petani ini senang mendapat hunian baru karena tidak jauh dari rumah lamanya.

Pun, getaran tanah yang membuatnya waspada, sudah tiada. Nana bersyukur mendapatkan unit rumah dengan luas 13x8 meter. Ketersediaan dua kamar tidur, sebuah kamar mandi, dan air bersih, di rasa cukup memulai kehidupan baru.

Baca juga : Jemaah Haji Perempuan Sedang Haid Tak Wajib Tawaf Wada

Bangunan separuh batako dan berdinding anyaman bambu, tidak dijadikannya sebagai masalah. Terpenting baginya kini, ada tempat tinggal di luar area rawan bencana.

"Yang penting sudah tidak di jalur merah lagi," sebutnya.

Apalagi, katanya, huniannya kali ini sifatnya tidak sementara lagi. Nana mengatakan, dua Rukun Tetangga (RT) yang menempati 129 hunian pemberian dari program BPKH ini akan diberikan surat tanah.

Baca juga : Gandeng Aspekpir, BPDPKS Kembangkan Bisnis Kerajinan Berbasis Lidi Sawit

"Alhamdulillah, rencananya dikasih surat rumah," syukurnya.

Diketahui, BPKH kali ini melakukan program kemaslahatan Tahun 2023 dan 2024 dengan membuat Kampung Haji, di Desa Nyalindung Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Program ini, berupa pembangunan hunian tetap dengan penerima masyarakat terdampak bencana tanah bergerak Desa Kertaangsana.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.