Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Spanyol Vs Uruguay, Kena Kartu Kuning Lagi, Pedri Out..!
- Kaesang Hadiri Rakorda PSI Mesuji, Saksikan Pelantikan Pengurus
- UNDIRA Gelar Pameran Fotografi 'Lens of Humanity', Tampilkan Karya 54 Mahasiswa
- Gelombang Anti-Imigran Di Afrika Selatan Memasuki Babak Baru
- IHSG Anjlok 2,73 Persen pada Sesi I, Tertekan Bursa Asia
Dongkrak Literasi-Inklusi Keuangan
OJK Canangkan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN)
Kamis, 22 Agustus 2024 18:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencanangkan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), dalam rangka mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan secara masif dan merata di seluruh Indonesia.
Pencanangan GENCARKAN bertema “Masyarakat Cerdas Keuangan Menuju Indonesia Emas 2045” ini juga dilakukan untuk memperingati Hari Indonesia Menabung (HIM) Tahun 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/8/2024).
Acara ini dihadiri oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, jajaran Dewan Komisioner OJK, Komisi XI DPR RI Indah Kurnia, serta Pimpinan dan Asosiasi Industri Jasa Keuangan.
Kegiatan pencanangan ini juga diikuti oleh lebih dari 1.300 peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM dan anggota komunitas lainnya.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan, Program GENCARKAN disiapkan sebagai upaya bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengorkestrasi gerakan secara nasional, demi meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Mahendra menyebut, Program GENCARKAN ini juga mengacu pada hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2024 yang diselenggarakan OJK bersama BPS.
Survei tersebut mengungkap, tingkat inklusi keuangan di Indonesia saat ini mencapai 75,02 persen. Sedangkan indeks literasi keuangan penduduk Indonesia ada di angka 65,43 persen.
Hasil SNLIK 2024 menunjukkan, ruang untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia masih terbuka.
"Kami meyakini, penguatan keduanya adalah kunci untuk meningkatkan likuiditas dan pendalaman pasar, yang akan berdampak pada pengembangan sektor jasa keuangan, termasuk peningkatan penyaluran pembiayaan. Jika ini kita dorong terus, daya ungkit terhadap pertumbuhan ekonomi nasional akan bertambah," papar Mahendra.
Selain itu, OJK juga melihat masih maraknya aktivitas keuangan ilegal dan judi online. Serta banyaknya kelompok masyarakat rentan keuangan yang perlu mendapat perhatian khusus seperti kaum perempuan, pemuda dan pelajar, UMKM, masyarakat 3T (terdepan, tertinggal, dan terluar), juga kelompok disabilitas dan pekerja migran Indonesia.
Untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang semakin progresif, serta untuk melindungi masyarakat, diperlukan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan mulai Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan pelaku usaha jasa keuangan untuk berkolaborasi menjalankan Program GENCARKAN secara masif dan merata di seluruh daerah.
Terkait hal ini, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga bertindak selaku Ketua Harian Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) menyampaikan, Program GENCARKAN merupakan salah satu wujud nyata dari bentuk kolaborasi dan koordinasi pelaksanaan Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).
Airlangga juga mengapresiasi inisiasi OJK dalam membuat terobosan percepatan dan pemerataan literasi dan inklusi keuangan, melalui Program GENCARKAN.
“DNKI selalu dan bersama dengan OJK mendorong semua pihak, semua Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, industri, masyarakat, akademisi, serta media untuk berpartisipasi, berkolaborasi, untuk mensukseskan program Pencanangan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan ini," papar Airlangga.
"Kami yakin, literasi dan inklusi keuangan akan membantu jutaan masyarakat lepas dari kemiskinan. Pada akhirnya, ini akan mengubah kemajuan perekonomian Indonesia,” imbuhnya.
Target Inklusi 98 Persen
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi berharap, Program GENCARKAN dapat menjangkau seluruh Kabupaten/kota dan menyasar seluruh kelompok prioritas dari sisi literasi keuangan. Dengan dukungan jaringan kantor Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Friderica optimistis, Program GENCARKAN juga mendorong lahirnya 2 Juta Duta dan Agen Literasi dan Inklusi Keuangan, yang dapat memberikan multiplier effect melalui beragam kegiatan edukasi keuangan bagi masyarakat luas.
"Program GENCARKAN juga akan dilakukan secara multikanal, sehingga dapat menjangkau 50 juta rakyat Indonesia,” ujar Friderica.
Melalui Program GENCARKAN, sebanyak 90 persen pelajar Indonesia ditargetkan telah memiliki tabungan pada tahun 2025.
Pada tahun yang sama, melalui tabungan Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMuda), sebanyak 2,5 juta kelompok mahasiswa dan pemuda diharapkan telah memiliki rekening.
Baca juga : Dukung Pertumbuhan Bisnis Jangka Panjang, LPKR Gelar Operasional Daur Ulang Limbah
Progam ini juga turut mendorong pembukaan akses kredit UMKM melalui program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) sehingga dapat menjangkau 1,6 juta debitur. Serta mengakselerasi penggunaan produk keuangan oleh 30 persen kelompok penyandang disabilitas.
“End-state yang kita harapkan melalui Program GENCARKAN ini adalah Indeks Inklusi Keuangan Nasional dapat mencapai 98 persen pada perayaan Indonesia Emas tahun 2045,” ucap Friderica.
Apresiasi Program Literasi dan Inklusi Keuangan
Dalam kegiatan Pencanangan GENCARKAN, OJK juga memberikan apresiasi kepada Pelaku Usaha Jasa Keuangan maupun Pemerintah Daerah, untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
Apresiasi ini diberikan dalam bentuk Financial Literacy Award dan Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award. Berikut daftar penerima apresiasi:
Financial Literacy Award
1. Kategori Bank Umum Teraktif : PT BPD Jawa Barat dan Banten, Tbk
2. Kategori Manajer Investasi Teraktif : PT Trimegah Asset Management
3. Kategori Perusahaan Efek Teraktif : PT MNC Sekuritas
4. Kategori BPR Teraktif : PT BPR Hasamitra
5. Kategori Perusahaan Asuransi Teraktif : PT Asuransi Astra Buana
6. Kategori PUJK Syariah Teraktif : PT Bank Aceh Syariah
Baca juga : Menggelorakan Pancasila Dengan Olah Gerak Dan Napas
7. Kategori Program Literasi Keuangan Terbaik Pemerintah Provinsi/Kabupaten/ Kota:
- Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
- Pemerintah Kabupaten Pasuruan
- Pemerintah Kota Surabaya
8. Kategori Program Literasi Keuangan Terbaik:
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
- PT Permodalan Madani
- PT Pegadaian
- PT Asuransi Allianz Life
9. Kategori Program Literasi Keuangan Syariah Terbaik: PT Bank BTPN Syariah Tbk
10. Kategori SRO Teraktif: PT Bursa Efek Indonesia
KEJAR Award
1. Kategori Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik
- Tingkat Provinsi: Provinsi Kalimantan Barat
- Tingkat Kabupaten/Kota: Kota Denpasar
2. Kategori Bank Teraktif Pelaksanaan Bank Goes To School Sekolah Luar Biasa: PT Bank Pembangunan Daerah Bali
3. Kategori Bank Teraktif Pelaksanaan Bank Goes To School: PT Bank Pembangunan Daerah Riau Kepri Syariah (Perseroda)
4. Kategori Satuan Pendidikan Terbaik Implementasi KEJAR
- Satuan Pendidikan Umum: SMK Negeri 4 Bandung Mitra Kerja Sama PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk
- Satuan Pendidikan Agama: MI Negeri 1 Bondowoso Mitra Kerja Sama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
5. Kategori Bank Implementasi KEJAR Terbaik
- Bank BUMN: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
- Bank Umum Konvensional : PT Bank Central Asia Tbk
- Bank Umum Syariah : PT Bank Syariah Indonesia Tbk
- Bank Pembangunan Daerah : PT BPD Daerah Istimewa Yogyakarta
- Bank Perekonomian Rakyat : PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda)
6. Kategori Bank Pencapaian Terbaik dalam Rangka Hari Indonesia Menabung: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya