Dark/Light Mode

Cari Sumber Pendapatan Baru

ASDP Garap Sektor Pariwisata

Kamis, 17 Januari 2019 14:28 WIB
BERBINCANG AKRAB: Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi (tengah) berbincang bersama Direktur Keuangan Djunia Satriawan (kiri) dan Direktur SDM dan Umum Wing Antariksa, usai memberikan pemaparan pada acara Media Gathering awal tahun 2019 di Jakarta, kemarin. (Foto: Istimewa)
BERBINCANG AKRAB: Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi (tengah) berbincang bersama Direktur Keuangan Djunia Satriawan (kiri) dan Direktur SDM dan Umum Wing Antariksa, usai memberikan pemaparan pada acara Media Gathering awal tahun 2019 di Jakarta, kemarin. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi mengatakan, ASDP perlu mengembangkan bisnis lain di luar jasa penyeberangan laut untuk meningkatkan pendapatan perseroan ke depan. Salah satu bisnis yang mulai dilirik ASDP adalah sektor pariwisata.  Bisnis pariwisata yang sudah digarap perseroan adalah Labuan Bajo. Di sana, kata dia, area pelabuhan sudah dilengkapi dengan fasilitas perhotelan, marina, dan area komersial.

“Yang sedang dilakukan adalah menciptakan destinasi wisata baru. Jadi, orang ke pelabuhan nggak cuma menyeberang saja. Apalagi, ada yang dekat dengan titik-titik tempat wisata. Contohnya, kita kembangkan juga Merak seperti Labuan Bajo,” ujar Ira di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, Pelabuhan Merak menjadi salah satu yang akan menjadi fokus percepatan pengembangan. Terminal Eksekutif Merak dan Bakauheni, termasuk tenant retail tahun ini yang bisa beroperasi secara penuh. Sehingga, Pelabuhan Merak ke depan dapat menjadi destinasi pilihan pengguna jasa penyeberangan. 

Baca juga : Kapolri Menjamin Keamanan Sektor Pariwisata & Energi

“Pada angkutan Natal dan Tahun Baru lalu, kami melakukan ujicoba operasional. Hasilnya baik. Begitu juga proyek Labuan Bajo Marina akan dikebut. Target operasional untuk area komersial pada Maret. Diikuti pengoperasional hotel pada Juni, dan disusul proyek marina pada September,” terang Ira.

Tidak hanya itu saja, untuk mendukung industri pariwisata, ASDP juga mengoperasikan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Komodo di Labuan Bajo, dan KMP Ihan Batak yang melayani di Danau Toba, Sumatera Utara. Bahkan, dalam pengembangan selama lima tahun ke depan, pihaknya juga ingin membuka dua rute penyeberangan internasional. Yakni, dari Maritim, Nusa Tenggara Timur (NTT)-Dili, Timor Leste dan Dumai, Riau-Malaka, Malaysia.

ASDP, kata dia, tengah berdiskusi secara intensif dengan Kementerian Pariwisata, Bea Cukai dan Imigrasi untuk proyek rute internasional dari NTT ke Dili. Begitu juga dengan Dumai-Malaka, di mana pembahasannya tengah diintensifkan sejak sebulan terkahir bersama otoritas dan institusi terkait.

Baca juga : Lury Alex Berjuang Sendiri, Edhy Prabowo Butuh Kekompakan

“Kenapa kami pilih dua daerah ini? Karena wilayah ini ada hubungan tradisional yang kuat antara Indonesia dengan negara tetangga. Kami lihat, daerah perbatasan ini banyak yang menyumbangkan angka kunjungan   wisatawan cukup tinggi,” katanya.  

Untuk menunjang kegiatan bisnis tersebut, perseroan menargetkan dapat melakukan penambahan kapal sebanyak 11 unit dan peningkatan load factor 53 persen serta market share 15 persen di lintasan komersial.  Perseroan juga akan memperluas penjualan tiket melalui channel distribusi online, sehingga pengguna jasa akan semakin dimudahkan dalam pembelian tiket ferry.

“Secara keseluruhan, investasi yang kami siapkan untuk pengembangan, yakni senilai Rp 2,2 triliun. Dalam lima tahun kan kita mau tambah 54 kapal, tahun ini kita adakan 11 kapal dulu. Pengembangan dermaga juga fokusnya   di Merak-Bakauheni,” ungkap Ira.

Baca juga : Menteri Eko Klaim Dana Mendapatan Naik Hampir 50 Persen

Direktur Keuangan ASDP Indonesia Ferry Djunia Satriawan merinci, besaran dana investasi itu berasal dari sisa Penanaman Modal Negara (PMN) sebesar Rp 500 miliar. Lalu, sebanyak Rp 1,7 triliun dari anggaran internal.


“Dari Rp 2,2 triliun di antaranya sebanyak 39 hingga 40 persen alokasinya untuk pengadaan kapal, 24 persen untuk pengembangan dermaga, 9 persen untuk investasi peningkatan pelayanan,” terang Djunia. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.