Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Econique Fasilitasi Dukungan TJSL 21 BUMN Lewat Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme
Senin, 9 September 2024 13:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 21 BUMN berkolaborasi melaksanakan kegiatan pelatihan khusus tentang Eco Enzyme di Balai Desa Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Eco Enzyme, sebuah solusi inovatif pengolahan sampah yang bersumber dari bahan-bahan alami, telah menjadi sorotan karena potensinya dalam membersihkan lingkungan, dan mengurangi limbah.
Kegiatan Pelatihan Eco Enzyme ini merupakan kegiatan pembuka dari rangkaian kegiatan besar 23 BUMN untuk menjadikan Kawasan Wisata Cikole, Lembang menjadi Kawasan Wisata pertama yang mampu mengolah sampah secara mandiri tanpa dibuang ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir).
Pelatihan yang melibatkan perwakilan lapisan masyarakat Desa Cikole ini bertujuan untuk mendidik dan memberdayakan masyarakat dalam penggunaan Eco Enzyme sebagai alat untuk perubahan positif atas masalah lingkungan, khususnya sampah organik.
Baca juga : Paus Fransiskus: Jangan Lelah Bermimpi dan Bangun Peradaban Perdamaian!
Dengan mempelajari teknik pembuatan dan pengolahan hasil Eco Enzyme untuk kehidupan sehari-hari, peserta diharapkan dapat mengintegrasikan pengetahuan ini ke dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Sehingga, bisa meningkatkan perekonomian keluarga, serta turut menjaga lingkungan khususnya Desa Cikole dan sekitarnya.
Pelatihan eco enzyme ini dihadiri Kepala Desa Cikole Tajudin dan Senior Executive Vice President (SEVP) Operasional Econique PT Perhutani Alam Wisata Risorsis, Maman Rosmantika yang juga perwakilan 23 BUMN.
Hadir juga Satgas Lembang Bersih, relawan komunitas Eco Enzyme Bandung, serta konsultan program sosial dan lingkungan Arya Hindrarprayoga.
Baca juga : KAI Logistik Fasilitasi Distribusi Ikan Hias Pelaku Usaha Binaan KKP di Blitar
Maman mengungkapkan, selain kegiatan Pelatihan Eco Enzyme untuk warga sekitar, kami juga akan membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce, Reuse, dan Recycle (TPST 3R) di kawasan tersebut.
“Nantinya, TPST 3R tersebut akan dilengkapi mesin canggih pengolah sampah karya anak bangsa yang semoga akan mampu menuntaskan permasalahan sampah di wilayah ini,” ungkap Maman dalam siaran pers, Senin (9/9/2024).
Sementara itu, Tajudin mengatakan, masyarakat Desa Cikole menyambut baik program ini. Langkah ini, sambungnya, merupakan awal dari keseriusan Desa Cikole dalam menerapkan SK Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2023 Tentang Panduan Desa Peduli Lingkungan.
“Dan Alhamdulillah desa kami dipilih menjadi pilot project dari 23 BUMN yang berkolaborasi untuk mewujudkan mimpi kami menjadikan Desa Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Tanpa TPA,” tutur Tajudin.
Baca juga : Sekda Jabar Ingatkan ASN Target Percepatan Pembangunan
Acara ini diharapkan akan menjadi katalisator untuk gerakan global yang lebih besar menuju praktik yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Dengan memperluas pemahaman dan pengetahuan tentang eco enzyme, pelatihan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengambil langkah-langkah konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menciptakan dunia yang lebih hijau untuk generasi mendatang.
Menutup kegiatan tersebut, Maman berharap akan muncul kemandirian pengolahan sampah di kawasan wisata khususnya di Desa Cikole.
"Kami berharap para peserta pelatihan Eco Enzyme ini semakin memiliki pemahaman yang mendalam tentang kontribusi secara nyata dalam menjaga lingkungan dan mendorong keberlanjutan, sekaligus meningkat perekonomian warga setempat,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya