Dark/Light Mode

Indodax Diserang Hacker

Ini Solusi Holistik Sidik Cyber Hadapi Serangan Siber

Sabtu, 14 September 2024 07:55 WIB
CEO PT Solusindo Digital Holistik (Sidik Cyber), Yonathan Yeremia. Foto: Istimewa
CEO PT Solusindo Digital Holistik (Sidik Cyber), Yonathan Yeremia. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Serangan siber kembali menghantui ekosistem digital Indonesia. Kali ini, platform penyedia layanan pertukaran mata uang kripto terbesar di Indonesia, Indodax, menjadi korban.

Perusahaan yang juga anggota Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) ini melaporkan serangkaian transaksi mencurigakan yang diduga sebagai aksi peretasan, di mana aset senilai 14,4 juta dolar AS atau sekitar Rp 221 miliar ditukarkan menjadi Ether.

Meskipun saldo pelanggan dilaporkan tetap aman, kejadian ini tetap menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna platform dan industri kripto secara keseluruhan.

Dalam pernyataannya, tim IT Indodax mengonfirmasi potensi serangan siber yang menyasar platform mereka, diikuti dengan langkah pemeliharaan sistem yang menyeluruh untuk memastikan keamanan dan operasional kembali normal. Meski demikian, sementara layanan tidak dapat diakses. Ini menciptakan ketidaknyamanan bagi pengguna.

Baca juga : Luncurkan Fitur Baru, Livin Merchant Hadirkan Solusi Terintegrasi Kembangkan Bisnis

Kasus yang melanda Indodax ini pun mendapatkan respons dari CEO PT Solusindo Digital Holistik (Sidik Cyber), Yonathan Yeremia. Ia mengatakan, ancaman keamanan platform digital di era ekonomi berbasis teknologi tak boleh dipandang sebelah mata.

Ketika perusahaan besar seperti Indodax mengalami serangan siber, ini sinyal yang kuat bahwa setiap entitas di dunia digital, baik platform kripto, layanan keuangan, maupun perusahaan teknologi harus meninjau ulang strategi keamanan mereka.

"Lebih penting dari sekadar menanggulangi serangan adalah bagaimana membangun sistem yang lebih tahan terhadap ancaman serupa di masa depan. Di sinilah pendekatan holistik dalam keamanan siber menjadi kunci," kata Yonathan, Jumat (13/9/2024).

Yonathan membagikan sejumlah kiat untuk menghadapi serangan siber seperti yang dialami oleh Indodax. Yonathan menggarisbawahi tentang pentingnya solusi yang lebih menyeluruh dan kolaboratif dalam menangani tantangan di dunia digital.

Baca juga : Indonesia Wajib Siap Hadapi Potensi Perang Modern Dan Multikrisis

"Pendekatan holistik ini tidak hanya mencakup teknologi, tetapi juga melibatkan kebijakan, sumber daya manusia, dan edukasi yang tepat," ujarnya.

Berikut adalah beberapa langkah strategis yang bisa diambil oleh perusahaan teknologi seperti Indodax dalam rangka untuk memperkuat ketahanan mereka terhadap ancaman siber.

Pertama, membangun infrastruktur keamanan berbasis zero-trust. Di era ancaman siber yang semakin canggih, menerapkan model keamanan tradisional tidak lagi cukup.

Pendekatan Zero-Trust adalah langkah pertama yang harus diambil. Zero-Trust berarti bahwa tidak ada entitas, baik internal maupun eksternal, yang secara otomatis dipercaya hingga identitas dan keamanannya diverifikasi secara ketat.

Baca juga : Energi Nuklir Jadi Solusi Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan

Penerapan enkripsi end-to-end, segmentasi jaringan, serta autentikasi multi-faktor (MFA) adalah beberapa contoh dari pendekatan ini. Untuk Indodax, ini berarti bahwa setiap pengguna, perangkat, dan aplikasi harus menjalani pemeriksaan keamanan yang ketat sebelum diizinkan mengakses platform.

Dengan begitu, meskipun terjadi pelanggaran di satu bagian sistem, hal ini tidak akan berdampak luas ke seluruh platform.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.