Dark/Light Mode

Kemenkop UKM Siap Fasilitasi Startup Lokal Go Global

Selasa, 17 September 2024 17:18 WIB
Menkop UKM Teten Masduki (tengah) dalam acaracSharing Session Startup Go Global 2024 di Jakarta, Selasa (17/9/2024). (Foto: Dok. Kemenkop UKM)
Menkop UKM Teten Masduki (tengah) dalam acaracSharing Session Startup Go Global 2024 di Jakarta, Selasa (17/9/2024). (Foto: Dok. Kemenkop UKM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Startup dalam negeri berpoteni untuk bisa menembus pasar global. Namun begitu, masih ada sejumlah tantangan yang mesti dihadapi untuk mewujudkan hal tersebut.

Menurut Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki setidaknya ada tiga tantangan utama harus dapat ditangani dengan optimal.

Pertama, soal akses ke pasar global dimana startup nasional harus memiliki pemahaman mendalam tentang pasar internasional, termasuk regulasi, budaya bisnis, dan preferensi konsumen di negara-negara target.

“Kedua, terkait kapasitas dan skalabilitas yang mengharuskan startup wajib membangun kapasitas dan strategi untuk melakukan ekspansi, baik dari sisi teknologi, Sumber Daya Manusia (SDM), maupun modal,” ungkapnya dalam acara Sharing Session Startup Go Global 2024 bertajuk ‘Peningkatan Daya Saing Startup Indonesia from Local to Global,’ di Jakarta, Selasa (17/9/2024).

Selanjutnya, yang ketiga, terkait kolaborasi dan jaringan internasional dimana startup mutlak harus mampu menjalin kemitraan dengan berbagai pihak di luar negeri, baik itu pemerintah, lembaga riset, maupun korporasi global.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Teten bersama Kemenkop UKM berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh bagi startup Indonesia melalui berbagai program strategis.

Namun, pihaknya menyadari, upaya ini tidak dapat dilakukan sendirian. Per September 2024, Kemenkop UKM berhasil melakukan pendampingan akselerasi dan inkubasi kepada 713 startup.

Baca juga : Kemenperin Dorong Industri Furnitur Lokal Masuk Pasar Global

Selain itu, dilakukan juga program Startup Go Global, yang melibatkan tujuh Lembaga Inkubator dan 11 Startup yang diikutsertakan dalam short course dan study visit ke Belanda dan Australia.

"Para startup ini kita harapkan menjadi enterpreneur kelas dunia yang ke depan mampu melahirkan sumber pertumbuhan baru dan sumber ekonomi baru," ucap Teten.

Saat ini Indonesia merupakan salah satu negara dengan ekosistem startup yang paling dinamis di dunia.

Dari sisi jumlah startup, terdapat lebih dari 2600 startup yang aktif, ini sekaligus menempatkan Indonesia di peringkat ke-6 di dunia dengan jumlah startup terbanyak.

Untuk mengakselerasi pertumbuhan startup tersebut, Teten menekankan, pentingnya dukungan dan kolaborasi dari Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia dan berbagai lembaga pendidikan dalam membangun kapasitas SDM, serta menciptakan inovasi yang berdaya saing.

Bahkan, pihaknya telah membuka komunikasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengkomersialisasi hasil riset dari para akademisi atau profesional.

Hal ini dapat menjadi peluang bagi para startup untuk dapat melanjutkan hasil riset tersebut menjadi produk yang siap dipasarkan.

Baca juga : Kemenkop UKM Dukung Du Anyam Sukses Ciptakan Ekonomi Baru Dari Kalangan Perempuan

“Para startup harus paham dulu bahwa bisnis yang mau dijalankan apa, sehingga teknologi digitalnya harus mengikuti bisnisnya, bukan sebaliknya," ujar Teten.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kemenkop UKM Siti Azizah mengatakan, program sharing session yang dilaksanakan tersebut menjadi wadah strategis bagi para startup untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, serta wawasan kepada para stakeholder, mitra, dan Lembaga Inkubator.

"Kita akan mendalami bagaimana lembaga inkubasi di negara maju seperti Belanda dan Australia bertumbuh, berkembang, dan membentuk ekosistem bisnis yang solid melalui jejaring yang saling mendukung," ungkapnya.

Ditegaskan Azizah, secara konsisten, Kemenkop memberikan akses yang lebih luas bagi startup dalam memenuhi kebutuhan mereka baik dalam hal pembiayaan, akses pasar, maupun dukungan teknis.

Agenda ini juga menjadi langkah lanjutan dari serangkaian program untuk melahirkan startup-startup baru yang dapat berkontribusi pada pencapaian target pertumbuhan wirausaha nasional sebesar 3,95 persen pada tahun 2024.

"Saya berharap kegiatan ini akan memberikan manfaat yang besar, baik dalam pengembangan kapabilitas lembaga inkubator maupun peningkatan daya saing startup Indonesia," ucapnya.

Dalam sharing session ini, Kemenkop memfasilitasi pertemuan antara lembaga inkubator dari Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi-Institut Pertanian Bogor (IPB), UNS Innovation Hub-Universitas Sebelas Maret Surakarta, Inkubator Bisnis Teknologi Science Techno Park (STP)-Universitas Hasanuddin.

Baca juga : Perkuat Digitalisasi, Telkom Resmikan Rumah Startup Lokal Di Serambi Mekkah

Selanjutnya, Inkubator Bisnis STIKOM Bali-Institut Bisnis dan Teknologi STIKOM Bali, Inkubasi Bisnis dan Inovasi Bersama (IBISMA)-Universitas Islam Indonesia, Innovative Academy-Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Bandung Techno Park-Telkom University.

Sementara startup program inkubator yang diikutsertakan. Yaitu, Jokeen ID, Surya Agro Nusantara, Ruang Halal, Aquafish, Cocovine, Cube Studio, Agroyasa, Silang.id. Sedangkan E-Hub yaitu Petani Muda Keren, HMNS dan Elevarm.

Perwakilan dari Queenland University of Technology (QUT) Australia Hellen Wallace turut mengapresiasi sinergi dan kerja sama yang dijalin dengan KemenKopUKM terkait upaya penguatan dan pengembangan SDM startup.

Melalui kerja sama yang dijalin selama ini, QUT membuka kesempatan bagi startup atau lembaga Inkubator Indonesia untuk mempelajari praktik terbaik dalam pengembangan industri agribisnis yang telah terbukti sukses di Australia.

“Kami berharap, praktik baik di QUT dapat diadopsi oleh startup dan inkubator Indonesia untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis mereka di pasar global,” ujar Azizah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.