Dark/Light Mode

Kemenkop UKM Gelar Pelatihan Pengolahan Potensi Produk Lokal Ke UMKM Kuliner Di Bali

Rabu, 10 Juli 2024 20:02 WIB
Kemenkop UKM menggelar pemberdayaan UMKM secara spesifik dengan memanfaatkan potensi produk lokal di Kabupaten Tabanan Bsli. (Foto: Dok. Kemenkop UKM)
Kemenkop UKM menggelar pemberdayaan UMKM secara spesifik dengan memanfaatkan potensi produk lokal di Kabupaten Tabanan Bsli. (Foto: Dok. Kemenkop UKM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) terus meningkatkan pengetahuan manajerial pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), salah satunya kemampuan mengolah tepung porang menjadi produk kuliner yang inovatif dan berdaya saing, untuk membuka peluang berwirausaha masyarakat sekitar.

Porang tidak bisa langsung dikonsumsi sebagai pengganti makanan pokok, tetapi memiliki nilai tinggi jika dikembangkan dan diolah dengan tepat melalui produk glukomanannya.

Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro, Deputi Bidang Usaha Mikro Ari Anindya Hartika mengatakan, sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam memberdayakan UMKM secara spesifik dengan memanfaatkan potensi produk lokal, yaitu tepung porang yang kemudian diolah menjadi bahan kuliner.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari sejak 4-6 Juli 2024 ini dihadiri pelaku usaha mikro sektor kuliner di wilayah Kabupaten Tabanan.

Baca juga : Kemenkop UKM Sinergi BSN Dan Telkom Hadirkan SNI Corner & Wifi Corner Di PLUT

Para peserta menerima sejumlah materi dari fasilitator, yaitu akademisi terkait literasi keuangan yaitu I Wayan Terimajaya, Chief Marketing Officer PT Ambico Charlie Santoso, dan Praktisi Kuliner Chef Adi Widjaya.

"Selain memperkenalkan pengetahuan porang dan konsep bisnisnya, pada kegiatan ini peserta juga mendapat materi pemasaran digital dari teknik sisi promosi foto dan video,” jelas Ari dalam keterangan resmi, Rabu (10/7/2024).

Sementara untuk materi vokasi kuliner, para peserta diajarkan untuk membuat berbagai jenis makanan yang berbahan baku porang dikombinasikan dengan bahan makanan lainnya.

"Seperti nasi goreng, nugget, pempek, mochi, dan olahan konnyaku,” katanya.

Baca juga : Dukung IKM Naik Kelas, SANF Gelar Pelatihan Literasi Dan Inklusi Keuangan

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Tabanan I Nyoman Putra menjelaskan, berdasarkan data Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Tabanan Tahun 2023, terdapat 42.651 UMKM.

Jumlah tersebut, terdiri dari 2.095 UMKM sektor pertanian, 9.853 UMKM sektor non-pertanian, 4.180 UMKM sektor jasa, dan yang terbesar 26.553 UMKM sektor perdagangan yang di dalamnya termasuk produk usaha olahan kuliner.

Nyoman menyebut, potensi porang di Kabupaten Tabanan cukup menjanjikan, berdasarkan data 2021 dari total 939 hektare lahan pertanian di Tabanan terdapat 438 hektare yang ditanami porang.

“Namun masyarakat sekitar masih terkendala pengetahuan dalam melakukan pengolahan porang,” katanya.

Baca juga : Kemenkop UKM Sosialisasi Pengembangan Koperasi, UMKM Dan Kewirausahaan 2025-2029

Porang merupakan salah satu jenis tanaman umbi-umbian yang mengandung banyak serat yang bernama glukomanan.

Glukomanan dari umbi porang ini dimanfaatkan untuk banyak produk, salah satunya adalah produk makanan, dan yang paling terkenal bernama shirataki dan konnyaku, yang merupakan makanan sehat tradisional Jepang.

Shirataki dan konnyaku ini biasanya digunakan sebagai makanan pencuci perut atau detoks, makanan diet, dan pangan untuk membantu mengatasi diabetes dan kolestrol.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :