Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Perjanjian IPEF, Wujudkan Rantai Pasok Dunia Yang Tangguh
Selasa, 24 September 2024 18:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia menyambut baik implementasi Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF), untuk mewujudkan rantai pasok domestik yang tangguh. Memulai transisi ekonomi bersih di wilayah Indo-Pasifik, serta mewujudkan praktik ekonomi yang adil dan transparan.
Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam pelaksanaan Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) IPEF yang digelar secara virtual, Selasa (24/9/2024).
Pada acara tersebut, Airlangga mewakili Pemerintah Indonesia selaku koordinator nasional Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF). Hadir 13 menteri yang menjadi perwakilan negara anggota IPEF.
Airlangga mengatakan, Indonesia berfokus mewujudkan kemudahan investasi dengan fasilitas 20 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang tersebar di seluruh nusantara.
Baca juga : Bey Machmudin: Wujudkan Pilgub Jabar Pesta Demokrasi Yang Damai dan Sportif
Ditegaskan, Indonesia sedang membangun infrastruktur industri yang ditargetkan ramah lingkungan dan resilien.
"Sehingga, Indonesia tertarik untuk terus menjalin hubungan ekonomi yang baik antar negara Indo Pasifik di bawah kerangka IPEF,” tutur Airlangga.
Airlangga juga menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi yang menjanjikan dalam sektor Carbon Capture Storage (CCS), Semikonduktor, Green Hydrogen, dan Small-Modular Reactors (SMRs).
Negara mitra IPEF setuju untuk secara berkesinambungan memonitor pelaksanaan dari Supply Chain Agreement, Clean Economy Agreement, Fair Economy Agreement.
Baca juga : Relawan Gatot Kaca Salurkan Bansos Bagi Anak Jalanan di Yayasan Taruna Pertiwi
Dan akan mempersiapkan pertemuan pertama untuk PTM IPEF Council dan IPEF Joint Commission.
Selain itu, negara mitra IPEF juga saling mendukung untuk melaksanakan ratifikasi pilar-pilar IPEF secara domestik.
US Secretary of Commerce Gina Raimondo, memaparkan beberapa kemajuan signifikan yang telah dicapai mitra IPEF sejak PTM IPEF di Singapura pada Juni 2024.
Raimondo menitikberatkan terobosan kolaborasi, serta langkah konkret yang telah dilakukan mitra-mitra IPEF untuk mewujudkan rantai pasok global yang tangguh, memfasilitasi transisi terhadap sektor ekonomi bersih, dan mewujudkan kemudahan investasi di kawasan Indo-Pasifik.
Baca juga : Perkembangan Aturan Pandemi Dunia
Secretary Raimondo juga menyambut entry-into-force terhadap Pilar II (Rantai Pasok), Pilar III (Ekonomi Bersih), dan Pilar IV (Ekonomi Adil) yang akan dimulai pada 11-12 Oktober 2024.
“Dengan mulai diadopsinya ketiga pilar IPEF ini, maka kesempatan untuk mempererat kerja sama mitra IPEF pada sektor ekonomi dapat diwujudkan. Beserta dengan perwujudan manfaat nyata melalui kolaborasi berkelanjutan,” ujar Raimondo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya