Dark/Light Mode

Diyakini Dongkrak Kinerja

Investor Tunggu Realisasi Holding BUMN Konstruksi

Jumat, 27 September 2024 07:05 WIB
Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Agung Budi Waskito. Foto: Dok WIKA
Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Agung Budi Waskito. Foto: Dok WIKA

 Sebelumnya 
“Sementara di urutan ke sekian, anggaran infrastruktur dikurangi menjadi Rp 400 triliun. Angka tersebut lebih rendah dari anggaran di tahun 2024 yang mencapai Rp 422,7 triliun,” sebutnya.

Anggaran ini akan difokuskan pada infrastruktur kesehatan, konektivitas, pangan, energi, serta keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Maka, kami memiliki outlook netral untuk sektor konstruksi, dengan top picks kami saham PTPP. Rekomendasi Buy target harga Rp 510 per saham,” jelasnya.

Aqil berharap, pembentukan Holding BUMN Konstruksi bisa jadi solusi. Wacana tersebut diketahui sudah sejak lama direncanakan. Namun, hingga kini belum direalisasikan.

Baca juga : Ngeri, Jika Dipake Tol, Jalannya Bisa Goyang

Dia tidak memungkiri, untuk membentuk Holding, terdapat banyak kerumitan untuk meleburkan perusahaan-perusahaan konstruksi BUMN. Belum lagi soal induk maupun anak usaha yang rapornya masih merah dari sisi keuangan.

“Namun kami menilai, pembuatan Holding BUMN Konstruksi merupakan solusi paling tepat untuk memperbaiki industri usaha konstruksi saat ini,” ujarnya.

Ia berpendapat, peran BUMN Konstruksi pada proyek IKN, diharapkan terus terjadi. Mengingat Pemerintahan Prabowo-Gibran akan terus melanjutkan mega proyek tersebut.

Sebelumnya, Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito mengatakan, pihaknya terus berusaha meningkatkan pendapatan perseroan, terutama dari sektor-sektor potensial yang menjadi andalan WIKA.

Baca juga : Warga Dititipi Ember Isi Telur Nyamuk Wolbachia

Pihaknya percaya, dengan kapabilitas dan kualitas pekerjaan l, serta didukung oleh kepercayaan para stakeholders, bisnis WIKA akan terus tumbuh dan berkembang.

Salah satu strateginya, dengan menyasar berbagai proyek-proyek potensial.

“Khususnya sektor EPC (Engineering, Procurement and Construction), di sana WIKA memiliki portofolio unggul,” katanya.

Kontribusi terbesar atas perolehan kontrak baru tersebut berasal dari segmen industri, diikuti segmen infrastruktur, gedung, proyek EPC dan properti. DWI

Baca juga : Garuda Muda Jaga Konsistensi

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Jumat, 27 September 2024 dengan judul "Diyakini Dongkrak Kinerja, Investor Tunggu Realisasi Holding BUMN Konstruksi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.