Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Proyek FPSO Marlin Natuna Sukses Penuhi Target TKDN Sebesar 80 Persen
Selasa, 1 Oktober 2024 13:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama Medco E&P Natuna Ltd. (Medco E&P) berhasil memenuhi target penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada proyek konversi kapal tanker menjadi Floating Production, Storage, and Offloading (FPSO) Marlin Natuna.
Proyek konversi FPSO pertama di Indonesia yang dikerjakan PT Hanochem Tiaka Samudera dan PT PaxOcean Batam ini mampu mencapai target TKDN sebesar 80 persen dan dikerjakan oleh 1.386 pekerja Indonesia atau 99 persen dari total tenaga kerja yang terlibat.
Capaian ini membuktikan komitmen SKK Migas dan Medco E&P untuk mendukung program Pemerintah dalam meningkatkan penggunaan produk dalam negeri dan mengembangkan industri nasional. Untuk memenuhi memenuhi komitmen penggunaan TKDN sebesar 80 persen, Hanochem dan PaxOcean bekerja sama dengan berbagai perusahaan lokal untuk menunjang proses pengerjaan proyek ini.
Baca juga : Dukung Ketahanan Energi Nasional, FPSO Marlin Natuna Resmi Sail Away
Deputi Eksploitasi SKK Migas Wahju Wibowo mengapresiasi capaian TKDN dalam pengerjaan Proyek FPSO Marlin Natuna. Menurutnya, pembangunan FPSO Marlin Natuna mampu menciptakan multiplier effect bagi perekonomian nasional dan terutama perekonomian daerah.
Total investasi yang dibutuhkan untuk pengerjaan Proyek Forel-Bronang secara keseluruhan mencapai sekitar 236 juta dolar AS atau sekitar Rp. 3,5 triliun. “Kami berharap, investasi tersebut tidak hanya berhasil mewujudkan fasilitas produksi hulu migas, tetapi juga mampu menciptakan multiplier effect bagi perekonomian serta terciptanya lapangan pekerjaan,” kata Wahju, dalam acara pelayaran (Sail Away) perdana FPSO Marlin Natuna, di Pax Ocean Pertama Shipyard, Batam, Senin (30/9/2024).
Menurut dia, capaian ini menjadi bukti bahwa industri hulu migas memiliki komitmen yang tinggi terhadap pengembangan industri dalam negeri dan terus berkontribusi dan memberikan multiplier effect.
Baca juga : Prabowo Mau Genjot Sektor Pariwisata, PDB Ditarget Tembus 5 Persen
Direktur Utama Medco E&P Ronald Gunawan mengatakan, tercapainya target TKDN dalam Proyek FSPO Marlin Natuna merupakan hasil kolaborasi yang baik antara Industri hulu migas dengan industri dalam negeri. Keberhasilan mencapai TKDN sebesar 80 persen dan penyerapan maksimal tenaga kerja dari Indonesia membuktikan bahwa dengan sinergi yang baik, dapat dibangun industri hulu migas yang mandiri dan berdaya saing.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat dalam proyek ini," kata Ronald.
Secara lebih rinci, Contract and Procurement Manager PT Hanochem Juli Indira Wardhana menjelaskan, kerja sama dengan berbagai perusahaan lokal dilakukan diantaranya untuk memproduksi komponen-komponen kritis seperti kabel, pembakaran gas suar (flaring tip) dan bejana tekan (pressure vessel).
Baca juga : Dibikin Makin Seru Bertransaksi, Pemakaian wondr by BNI Melesat 200 Persen
“Tak hanya itu, seluruh fabrikasi module FPSO ini juga dikerjakan oleh perusahaan lokal di wilayah Batam dengan melibatkan tenaga kerja lokal berpengalaman dan fresh graduate yang diberikan kesempatan berkontribusi di proyek nasional ini,” ujar Juli.
Terkait penyerapan tenaga kerja Indonesia, Managing Director dan Chief Executive Officer PaxOcean Group Tan Thai Yong mengatakan, pengerjaan proyek FPSO Marlin Natuna juga memberi kesempatan kepada para fresh graduate untuk berpartisipasi agar mendapatkan pengalaman yang bernilai.
“Kami berharap mereka juga dapat membagikan ilmu yang didapat dari dalam proyek ini kepada rekan-rekan lainnya, sehingga memicu semangat membangun dan memajukan Indonesia di bidang industri Migas,” jelasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya