Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
86 Persen Wirausaha Berencana Rintis Usaha Kecil dalam 18 Bulan Mendatang
Kamis, 3 Oktober 2024 14:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Herbalife merilis temuan dari “Asia Pacific Business of Wellness Survey”, Kamis (3/10/2024). Temuannya mengungkap, meskipun ada kekhawatiran tentang kondisi ekonomi saat ini, 86 persen calon pengusaha di Indonesia berencana merintis usaha kecil dalam 18 bulan ke depan. Selain itu, terdapat sentimen positif terhadap kewirausahaan dengan 87 persen responden menyatakan optimisme mengenai peluang usaha dalam beberapa bulan mendatang.
Survei ini diselenggarakan oleh Herbalife dan dilakukan oleh Talker Research pada Juni 2024. Survei ini meneliti ambisi dan peluang kewirausahaan serta tren pengeluaran kesehatan dan gaya hidup di Asia Pasifik (APAC).
Survei melibatkan 8.000 responden dari 11 negara, yaitu Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.
Baca juga : Swiss Bidik Wisatawan Indonesia
Director & General Manager Herbalife Indonesia Oktrianto Wahyu Jatmiko melihat masih adanya optimisme yang mendasar bagi calon pengusaha kecil di Indonesia untuk memulai atau merintis usaha. Survei ini juga mengungkap banyak wirausahawan di Indonesia optimis bisnis akan lebih kuat pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
"Sebagian besar wirausahawan di Indonesia (91 persen) mempertimbangkan Penjualan Langsung sebagai pilihan bisnis yang potensial. Sebagai perusahaan kesehatan dan gaya hidup yang lekat pada nilai kewirausahaan, kami berkomitmen untuk membina wirausahawan dengan menciptakan peluang mengembangkan potensi mereka," katanya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (3/10/2024).
Prospek Bisnis di 2024
Meskipun kondisi ekonomi memengaruhi kemampuan bisnis untuk melunasi utang, meningkatkan biaya, dan menyebabkan perubahan pada produk dan layanan yang ditawarkan, 99 persen pengusaha yang disurvei di Indonesia mengharapkan bisnis mereka menjadi lebih kuat pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Tiga tantangan terbesar yang dihadapi pemilik usaha saat ini adalah mempertahankan pelanggan mereka (32 persen), kemampuan untuk menghasilkan pendapatan di tengah kenaikan inflasi (29 persen), dan mempertahankan kelangsungan bisnis, yang membutuhkan lebih banyak jam kerja daripada yang dapat mereka kelola (26 persen).
Peluang Sektor Kesehatan dan Gaya Hidup
Baca juga : Persija Dihajar Persib, Carlos Pena Minta Maaf Ke Jakmania
Di Indonesia, pengeluaran untuk produk dan layanan kesehatan serta kebugaran terus meningkat. Menurut temuan survei, 50 persen responden Indonesia yang mengeluarkan biaya untuk produk kesehatan dan kebugaran berencana meningkatkan pengeluaran mereka di sektor ini pada tahun 2024, dengan sekitar dua pertiga (62 persen) dari mereka berencana untuk meningkatkan pengeluaran mereka sebesar 25 persen atau lebih.
Di antara responden Indonesia yang berencana meningkatkan pengeluaran untuk kesehatan dan kebugaran, dua kategori utama yang ingin mereka tingkatkan adalah suplemen (75 persen) dan kelas kebugaran (35 persen).
Model Bisnis yang Disukai
Dengan beragam model bisnis dan jalur interaksi yang tersedia bagi calon pengusaha saat ini, survei mengungkap bahwa keterbukaan terhadap penjualan langsung (direct selling) paling tinggi di antara kelompok usia Gen Z (70 persen) dan milenial (65 persen). Penjualan langsung juga dipandang positif oleh calon pemilik usaha di Indonesia (91 persen), Filipina (86 persen), Vietnam (87 persen), Thailand (77 persen), dan Malaysia (62 persen).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya