Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gandeng Sidra Capital, BPKH Limited Dipercaya Kelola 5 Hotel Di Arab Saudi
Rabu, 9 Oktober 2024 08:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anak usaha Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Kerajaan Arab Saudi, yaitu BPKH Limited menggandeng Sidra Capital untuk bekerja sama mengelola aset-aset hotel yang menjadi underlying Real Estate Investment Trust Fund.
Rencana kerja sama ini, dituangkan dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani di Kantor Pusat Sidra Capital, Jeddah, Arab Saudi, Senin (7/10/2024).
"Kami akan terus melakukan ekspansi bisnis di Arab Saudi dengan berfokus pada ekosistem haji dan umrah," ujar Mudir BPKH Limited, Sidiq Haryono, dalam keterangannya, Rabu (9/10/2024).
Sidiq menjelaskan, di kerja sama ini, Sidra Capital berperan sebagai fund manager yang menghimpun dan mengelola dana dari investor untuk mengembangkan aset produktif.
Baca juga : Sowan Ke Bang Haji Rhoma, RK Diminta Teladani Nabi Muhammad
Selanjutnya, BPKH Limited dipercaya mengelola aset produktif berupa hotel di Mekkah, Madinah, dan Jeddah untuk meningkatkan layanan kepada jemaah haji dan umrah baik dari Indonesia maupun negara lain.
"Setelah kami berhasil bekerjasama dengan pengelola hotel Hilton di Mekkah dan pengelola Hotel Al-Anshar Golden Tulip di Madinah, kami sudah siap untuk menjadi pengelola hotel untuk jemaah haji dan umrah," semangatnya.
Nah, melalui sinergi bersama Sidra Capital, Sidiq mengajak investor dari Indonesia maupun negara lain untuk berpartisipasi mewujudkan akomodasi hotel bagi jemaah haji dan umrah dengan layanan dan nuansa khas Indonesia dengan harga yang lebih baik.
Dirincikannya, Sidra Capital adalah perusahaan Fund Manager Syariah yang memiliki lisensi resmi dari Otoritas Pasar Modal Saudi Arabia (CMA). Perusahaan ini, berdiri pada Tahun 2009 dan berkantor pusat di Jeddah, Saudi Arabia, yang memiliki kantor di Riyadh, London, Dubai, dan Singapura.
Baca juga : Paulo Dybala Mau Merapat Ke Klub Arab Saudi
Konon, aset kelolaan Sidra Capital saat ini mencapai 15,5 miliar Riyal Saudi, atau setara Rp 62 triliun yang sebagian besar pengelolaan dananya dialokasikan pada sektor real estate.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah menyatakan BPKH mendukung langkah anak perusahaannya di Arab Saudi dalam upaya penyediaan dan operasional 5 hotel di Mekkah, Madinah, dan Jeddah.
"Dengan tambahan 5 hotel yang dikelola BPKH Limited, diharapkan kualitas pelayanan akomodasi bagi jemaah haji dan umrah dapat lebih optimal dan nilai manfaat keuangan haji akan terus meningkat," harap Fadlul.
Diketahui, BPKH Limited berdiri pada 16 Maret 2023 dan berkantor di Mawasim Tower Mekkah. Anak usaha BPKH ini telah melakukan berbagai terobosan bisnis dan investasi yang menguntungkan.
Baca juga : BPKH Limited Kelola 200 Kamar Hotel Di Hilton Makkah Convention Center
Seluruh keuntungan usaha akan menjadi peningkatan nilai manfaat bagi keuangan haji dan digunakan sepenuhnya bagi kepentingan jamaah haji Indonesia.
Tercatat, di tahun ini, BPKH Limited telah melakukan kontrak Allotment atas 2 hotel di Mekkah dan Madinah, setelah sebelumnya pada musim haji 1445 H telah mengelola 71 unit restoran dan kantin pada hotel jemaah haji Indonesia di Mekkah, bekerja sama dengan pelaku UMKM diaspora Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya