Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ekonomi Dunia Makin Suram
Jusuf Kalla Optimis Sri Mulyani Waswas
Jumat, 6 Desember 2019 11:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mewaspadai investasi di bawah 5 persen. Apalagi, Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi ketidakpastian global akan terus berlanjut dan menjadi resesi.
IMF juga memperkirakan ekonomi dunia hanya tumbuh 3 persen pada 2019. Terkait prediksi tersebut, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, pemerintah tak boleh pesimis dengan kondisi ekonomi global yang masih tidak pasti.
“Pemerintah tidak boleh pesimis. Direktur perusahaan juga tidak boleh pesimis. Kepala rumah tangga juga. Memang banyak dampaknya ke perekonomian kita, tapi harus kita dihadapi,” ujar JK di Hotel Westin, Jakarta, kemarin.
Sama seperti mengurus rumah tangga, masih kata JK, dalam mengurus negara, pemerintah harus berupaya mencari solusi untuk keluar dari masa sulit agar perekonomian tetap berjalan.
“Kita tidak mungkin hanya duduk termenung di rumah, sedih. Sama juga di perusahaan, kalau dulu banyak libur, mungkin sekarang dikurangi agar produktif. Tapi penjualan nggak boleh turun, promosi tetap harus tetap jalan,” jelasnya.
Baca juga : Perbanyak Startup Dan Perkuat Industri Manufaktur
JK meyakini, ekonomi global yang tengah sulit saat ini pasti akan segera berlalu. Paling tidak dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
“Ekonomi negara juga begitu. Karena siklus akan jalan terus. Ini mungkin situasi akan selesai 2 sampai 3 tahun lagi,” tegas JK.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah tetap mewaspadai kondisi ekonomi global saat ini. Khususnya, dampak terhadap pertumbuhan investasi.
Pasalnya, meski pemerintah mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, namun tidak dengan investasi. Agar investasi tumbuh positif, pemerintah menyiasati nya dengan menggelontorkan berbagai insentif.
Baca juga : Sri Mulyani : Saya Capek
“Pertumbuhan ekonomi memang di atas 5 persen. Tetapi kita mesti mewaspadai investasi yang tumbuh di bawah 5 persen. Kita memberikan tax allowance, tax deduction, untuk meningkatkan competitiveness,” ujar Ani, panggilan akrab Sri Mulyani.
Untuk tahun yang akan datang, pemerintah akan lebih gencar melakukan terobosan baru menarik investasi. Di antaranya menyederhanakan aturan investasi yang diatur dalam Omnibus Law.
“Ada 72 undang-undang yang menghalangi dan di-address dalam Omnibus Law. Kemenkeu akan sampaikan Omnibus Law ke DPR pada Desember,” ujar Ani.
Pemerintah, sambung Ani, akan terus melakukan penyesuaian kebijakan agar sesuai dengan tantangan ekonomi yang dihadapi.
Baca juga : Menteri Ani Was was Sektor Riil Mulai Letoy
“Saya terus adjust (sesuaikan) kebijakan fiskal agar sesuai dengan tantangan yang kita hadapi,” tegasnya.
Namun begitu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengaku, kalau ekonomi dunia hanya mampu tumbuh 3 persen, kondisi tersebut menunjukkan sudah dekat dengan resesi atau sudah resesi.
“Biasanya negara berkembang tumbuh lebih tinggi, sekarang sudah all across the board. Berarti semua negara melemah,” katanya. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya