Dark/Light Mode

Atasi Masalah Sampah Plastik, APP Kembangkan FoopakBioNatura

Senin, 9 Desember 2019 15:29 WIB
Kepala Pusat Standarisasi Lingkungan dan Kehutanan KLHK Noer Adi Wardojo (kiri), Chief Sustainability Officer APP Sinar Mas Elim Sritaba (tengah), dan Asdep Pendayagunaan IPTEK Kemenko Kemaritiman dan Investasi Nani Hendiarti, saat melakukan paparan pada sesi diskusi panel Paviliun Indonesia di konferensi perubahan iklim COP25 UNFCCC di Madrid, Spanyol, Jumat (6/12) lalu. (Foto: APP Sinar Mas).
Kepala Pusat Standarisasi Lingkungan dan Kehutanan KLHK Noer Adi Wardojo (kiri), Chief Sustainability Officer APP Sinar Mas Elim Sritaba (tengah), dan Asdep Pendayagunaan IPTEK Kemenko Kemaritiman dan Investasi Nani Hendiarti, saat melakukan paparan pada sesi diskusi panel Paviliun Indonesia di konferensi perubahan iklim COP25 UNFCCC di Madrid, Spanyol, Jumat (6/12) lalu. (Foto: APP Sinar Mas).

RM.id  Rakyat Merdeka - Sampah kemasan plastik sekali pakai mengancam ekosistem dan mengganggu upaya pengendalian perubahan iklim. APP Sinar Mas pun mengembangkan inovasi kertas kemasan daur ulang dan 100 persen terurai alami, yaitu FoopakBioNatura.

Chief Sustainability Officer APP Sinar Mas Elim Sritaba mengatakan, salah satu tantangan dalam pengembangan FoopakBioNatura adalah menghilangkan lapisan plastik. Pada umumnya terdapat di kemasan kertas lain yang biasanya digunakan untuk mencegah serapan air, minyak, dan suhu ekstrem.

“Berkat kerja keras tim kami yang mendedikasikan diri untuk melakukan riset selama lima tahun terakhir, kami berhasil mengganti lapisan plastik dengan lapisan berbasis air yang disegel dengan cara dipanaskan,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, kemarin. 

Baca juga : PGN-Mitsui Kerja Sama Pengembangan Bisnis dan Infrastruktur Gas Bumi

Menurut dia, FoopakBioNatura juga diproduksi secara terbarukan dari Hutan Tanaman Industri (HTI) yang dikelola secara bertanggung jawab. Kertas kemasan ini dapat 100 persen terurai dalam 12 minggu bahkan jika hanya dibiarkan di tempat pembuangan akhir (TPA). Kemasan ini juga dapat didaur ulang 100 persen jika bersih dari limbah makanan.

Asisten Deputi Bidang Pendayagunaan Iptek, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Nani Hendiarti menjelaskan, sampah plastik melaju jauh dari darat hingga ke lautan. Bahkan 80 persen dari sampah plastik di lautan berasal dari daratan.

“Sampah plastik itu bukan hanya mengancam ekosistem, tapi juga mengancam kesehatan manusia,” kata dia saat menjadi pembicara pada salah satu sesi diskusi panel Paviliun Indonesia di konferensi perubahan iklim COP25 UNFCCC di Madrid, Spanyol, Jumat (6/12).

Baca juga : Di Mobil Edukasi Pilah Sampah, Botol Plastik Bisa Ditukar Sembako

Menurut Nani, kebijakan Presiden Joko Widodo sangat tegas untuk mengendalikan sampah plastik. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden No.83 tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut. Berdasarkan strategi yang telah diimplementasikan, sampah laut berhasil dikurangi hingga 11,2 persen dari rata-rata 0,49-0,68 juta ton per tahun.

Nani menuturkan, inovasi pihak swasta sangat diharapkan untuk membantu pengendalian sampah laut. Beberapa yang sudah dilaksanakan di antaranya adalah penggunaan sampah plastik untuk aspal. “Inovasi juga diharapkan untuk menghasilkan kemasan yang mudah terurai secara alami yang dapat mengurangi 10 persen dari penggunaan plastik biasa,” katanya.

Chairman of Indonesia Sustainable Development Solutions Network, Profesor Jatna Supriatna menegaskan, pentingnya kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan konsumen untuk mengatasi maraknya sampah plastik dan dampaknya pada perubahan iklim. “Saya harap, inovasi untuk mewujudkan transformasi ekonomi linear menjadi ekonomi sirkular, seperti yang dilakukan oleh APP Sinar Mas melalui FoopakBioNatura, juga dapat diikuti oleh para pemangku kepentingan lainnya,” kata Jatna. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.