Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pertamina Kembangkan Empat Terobosan Swasembada Energi
Kamis, 31 Oktober 2024 07:05 WIB
Sebelumnya
Hingga saat ini, jumlahnya telah mencapai 85 desa binaan di seluruh Indonesia.
Fadjar menekankan, bahwa berbagai terobosan Pertamina dalam mencapai target swasembada energi dan dekarbonisasi, telah berhasil menurunkan emisi di atas target.
“Realisasi reduksi emisi scope 1 dan 2 Pertamina mencapai 124 persen dari target yang ditetapkan pada 2023,” ucapnya.
Bahkan, pihaknya berhasil melakukan dekarbonisasi sebesar 1,13 juta ton C02e (setara karbondioksida) dari target 910 ribu ton C02e.
Ia mengungkapkan, keberhasilan dalam dekarbonisasi menjadikan Pertamina menduduki peringkat pertama dalam ranking ESG (Environmental, Social, Governance) di dunia, berdasarkan Sustainablytics, pada subsektor Minyak dan Gas Terintegrasi dari 61 perusahaan dunia.
“Dengan dukungan stakeholder, kami optimistis bisa mendukung program Pemerintah swasembada energi, sekaligus mencapai NZE sesuai target nasional,” ucapnya.
Baca juga : Ini Cara Genjot Produksi Minyak Dan Tekan Emisi
Terpisah, pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengingatkan, Presiden Prabowo Subianto dalam pidato setelah dilantik, menjanjikan bahwa Indonesia akan mencapai swasembada energi dalam waktu 4-5 tahun.
Bahkan sebelum pelantikan, Prabowo juga sudah menyatakan komitmennya untuk mencapai kedaulatan energi melalui pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), dengan menggunakan sumber daya energi yang tersedia berlimpah.
Sumber daya energi tersebut, salah satunya berupa kelapa sawit yang bisa menghasilkan solar dan bensin. Serta tanaman-tanaman lain, seperti singkong, tebu, sagu, dan jagung.
“Indonesia juga punya energi panas bumi (geothermal), batubara, energi tenaga air, angin dan matahari,” kata Fahmy kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Ia mengapresiasi Pertamina, yang telah melakukan berbagai upaya pengembangan EBT untuk mempercepat program transisi energi. Yakni dengan mengusahakan biodiesel, yang merupakan percampuran solar dengan minyak sawit.
“Pertamina memulainya dengan B-20, lalu meningkat ke B-35, dan naik menjadi B-40,” jelasnya.
Baca juga : DKI Siap Perkuat Sinergi Dengan Daerah Tetangga
Fahmy berharap, pengembangan biodiesel sebagai salah satu program EBT berbasis sawit, tidak bertabrakan dengan program swasembada pangan untuk menghasilkan minyak goreng.
Ia pun menekankan, untuk mengolah sumber daya energi tersebut menjadi EBT, diperlukan teknologi yang mumpuni.
Karenanya, untuk mendapatkan teknologi yang dibutuhkan dalam mencapai swasembada energi, ada dua upaya yang harus dilakukan Pemerintah.
Pertama, kata dia, menarik investor asing pemilik teknologi untuk bekerja sama dengan perusahaan energi dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam negeri.
Strategi kedua, sambung dia, adalah mengembangkan riset (R&D/Research and Development) di dalam negeri dengan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan universitas-universitas Indonesia, untuk menghasilkan teknologi yang dibutuhkan.
“Upaya itu, membutuhkan komitmen jangka panjang karena R&D perlu waktu yang lama dan biaya yang besar,” imbuhnya.
Baca juga : AS Roma Vs Torino, Awas, Gigitan Sang Serigala
Menurut Fahmy, Pemerintah juga harus memberikan kemudahan dan insentif bagi investor dalam pengembangan EBT di Indonesia.
“Dengan adanya perubahan kebijakan, harapannya target zero carbon pada 2060 dapat dicapai,” tandasnya. Irma Yulia
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Kamis, 31 Oktober 2024 dengan judul "Pertamina Kembangkan Empat Terobosan Swasembada Energi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya