Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tingkatkan Perekonomian Nasional
Menperin Siapkan Program Quick Wins
Selasa, 5 November 2024 07:00 WIB
Sebelumnya
Kebijakan ini tidak hanya akan menguntungkan tujuh subsektor yang saat ini mendapatkan HGBT. tetapi juga semua sektor manufaktur.
“Kemenperin pada dasarnya pembina seluruh sektor manufaktur. No one left behind,” (Tak ada yang tertinggal).” tegasnya.
Sebagai langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jangka pendek, Pemerintah juga meluncurkan Kredit Revitalisasi Industri Padat Karya.
Baca juga : Pasar Kramat Jati Siap Kelola Sampah Mandiri
Kredit ini bertujuan untuk mendorong pembiayaan perbankan, bagi sektor usaha padat karya yang mendukung penciptakan lapangan kerja.
Selain itu, kredit ini ditujukan untuk meningkatkan produkivitas melalui pembaruan mesin produksi dan penerapan teknologi.
Agus juga memaparkan beberapa quick wins di sektor industri, termasuk pengembangan standardisasi industri, industri hijau dan jasa industri.
Baca juga : Real Madrid Vs AC Milan, Duel Gengsi Dua Raksasa
Program prioritas lainnya yang mencakup penyiapan sumber daya manusia industri, serta pengembangan sektor-sekior yang menjadi binaan Kemenperin. Seperti industri agro, logam, mesin, alat transportasi, elektronika, kimia, farmasi, tekstil, serfa industri kecil dan menengah.
Kemenperin juga melaksanakan program prioritas terkait Ketahanan Industri, Perwilayahan industri dan Akses Industri Internasional (KPAII).
Kepala Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSI) Kemenperin Andi Rizaldi menyatakan, Pemerintah berkomitmen melindungi produk dalam negeri dari serangan barang impor ilegal.
Baca juga : Megatron Makin Menyala
Salah satu caranya, penambahan produk Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib menekan arus produk impor legal. Struktur impor saat ini mash didominasi barang modal dan barang penolong dengan porsi 70 persen. bahan baku masih impor, sisanya untuk barang konsumsi. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Selasa, 5 November 2024 dengan judul "Tingkatkan Perekonomian Nasional Menperin Siapkan Program Quick Wins"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya