Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Arsjad Rasjid: Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia - China Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Sabtu, 9 November 2024 20:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Saat mendampingi lawatan kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Arsjad Rasjid menegaskan pentingnya memperkuat kemitraan strategis dengan China dan mengadopsi strategi pembangunan ekonomi dan sosial yang telah terbukti berhasil di negara tersebut.
Langkah strategis tersebut diharapkan mampu mendorong tercapainya target pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Baca juga : UBS Gold Gelar Pameran Emas Indonesia Di Shibuya Golden Takeover Tokyo
“Republik Rakyat China adalah mitra penting bagi Indonesia, tidak hanya sebagai mitra dagang terbesar tetapi juga sebagai investor terbesar kedua Indonesia," ujar Arsjad dalam keterangannya, Sabtu (9/11/2024).
Ia menambahkan, dengan pengalaman dan keberhasilan China dalam mencapai sasaran pembangunan, ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk menerapkan praktik terbaik dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan energi, serta meningkatkan kesejahteraan sosial.
Baca juga : Pertamina Dan MIND ID Sukses Selaraskan Transisi Energi Dan Pertumbuhan Ekonomi
Melalui partisipasi dalam lawatan kenegaraan ini, Ketua Umum Kadin Indonesia 2021-2026 tersebut, berharap penguatan kemitraan strategis ini akan memperkokoh hubungan bilateral antara kedua negara, mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.
"Dengan belajar dari pencapaian China di berbagai sektor strategis, seperti perumahan terjangkau dan transisi energi, Indonesia siap untuk melaksanakan inisiatif pengembangan kapasitas kolaboratif yang memberikan dampak positif jangka panjang bagi pembangunan nasional." pungkas Arsjad.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya