Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka menguat 0,11 persen ke level Rp 15.920 per dolar AS dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp 15.937 per dolar AS.
Pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia bergerak menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang naik 0,03 persen, baht Thailand menguat 0,06 persen, yuan China minus 0,14 persen, peso Filipina naik 0,14 persen, won Korea Selatan minus 0,21 persen, dolar Singapura menguat 0,01 persen dan dolar Hong Kong naik 0,01 persen.
Baca juga : Makin Melemah, Rupiah Pagi Ini Rp 15.967
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya melemah 0,06 persen ke level 106,28. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,01 persen ke level Rp 16.739, terhadap poundsterling Inggris naik 0,01 persen ke level Rp 20.219, dan terhadap dolar Australia melemah 0,01 persen ke level Rp 10.241.
Analis Mata Uang dari Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, menguatnya rupiah diharapkan terus terjadi karena didorong data tenaga kerja yang dirilis AS lebih lemah dari perkiraan.
Baca juga : Melemah Lagi, Rupiah Dekati Rp 16.000
"Rupiah berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi setelah data tenaga kerja ADP dan ISM service AS lebih lemah dari perkiraan," jelasnya, Kamis (5/12/2024).
Ia memproyeksi, nilai tukar rupiah bergerak di rentang Rp 15.850 per dolar AS-Rp 15.950 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya