Dark/Light Mode

Dukung Program Tiga Juta Rumah

BTN Gercep Salurkan 30 Ribu Unit Hunian

Sabtu, 14 Desember 2024 07:05 WIB
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyerahkan secara simbolis kunci rumah kepada salah satu penerima KPR dalam acara Akad KPR Massal di Serang, Banten. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah untuk mendukung masyarakat memiliki hunian layak. (Foto: Dok. BTN)
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyerahkan secara simbolis kunci rumah kepada salah satu penerima KPR dalam acara Akad KPR Massal di Serang, Banten. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah untuk mendukung masyarakat memiliki hunian layak. (Foto: Dok. BTN)

 Sebelumnya 
“Kalau tahun depan dikasih kuota (FLPP) 500 hingga 600 ribu, kami bisa lakukan dengan sangat cepat. Tinggal ditiup peluit, kami mulai,” janji Nixon.

Dalam kesempatan itu, akad massal KPR di Serang ini diikuti oleh 235 calon debitur, mencakup KPR Subsidi dan KPR Non-Subsidi, sebanyak 225 unit. Sementara KPR Subsidi dan Non Subsidi melalu BTN Syariah sebanyak 10 unit, serta sejumlah akad Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Nixon mengatakan, 72 orang atau lebih dari 30 persen debitur dalam akad massal tersebut adalah wanita. Sedangkan 81 persen dari mereka tergolong segmen milenial dengan umur termuda, yakni 21 tahun.

Kuota FLPP

Masih dalam rangka mendukung Program 3 Juta Rumah, bank dengan core business pembiayaan perumahan itu diperkirakan akan mendapat kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau KPR subsidi sebesar 600.000 hingga 800.000 unit rumah.

Masalahnya, menjelang pergantian tahun, belum ada keputusan dari Pemerintah terkait KPR subsidi. Karenanya Nixon berharap, Pemerintah memutuskan berapa kuota KPR subsidi yang dipercayakan kepada BTN, berikut skema pembiayaannya seperti apa.

Baca juga : Waspada, 10 Kecamatan Di Jakarta Rawan Longsor

Sebab, imbuh Nixon, baik bank maupun developer membutuhkan waktu tidak sedikit untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

“Developer butuh waktu urus perizinan, pembebasan lahan dan lainnya. Sedangkan bank, butuh persiapan untuk mencari sumber dana,” terang Nixon.

Apalagi jika nanti pembiayaan dengan skema FLPP menjadi 50 persen ditanggung Pemerintah dan 50 persen dibebankan kepada BTN, yang mana sebelumnya 75 persen Pemerintah dan 25 persen perbankan.

“Kalau jadi 50:50, BTN akan rajin issue bonds, borrowing interbank, sekuritisasi, dan juga DPK (Dana Pihak Ketiga). Semua tergantung berapa kuotanya,” beber Nixon.

Menurut perkiraannya, jika kuota FLPP diputuskan 800.000 unit, maka paling tidak dibutuhkan dana Rp 80 triliun untuk menjalankannya.

Baca juga : Liverpool Vs Fulham, Misi Perkokoh Kursi Panas

Terpisah, pengamat perbankan sekaligus dosen Binus University Doddy Ariefianto berharap, Pemerintah dapat memperjelas secara rinci terkait skema Program 3 juta rumah tersebut. Termasuk sasaran, skema pendanaan, dan penyalurannya.

“Hal ini dibutuhkan juga bagi BTN, memberikan kejelasan dan kepastian bagi program 3 juta rumah,” kata Doddy kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Doddy menilai, kenaikan jumlah kuota subsidi akan membantu meningkatkan akses terhadap perumahan yang layak bagi masyarakat. Serta mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kebijakan yang sinkron antar kementerian akan menciptakan ekosistem yang mendukung keberhasilan Program 3 Juta Rumah,” jelasnya.

Namun karena ada program lain Pemerintah terkait perumahan, yakni Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), kata Doddy, Program 3 Juta Rumah tidak bisa hanya mengandalkan sumber dana dari industri perbankan.

Baca juga : Jojo Jinakkan Gajah Perang

Untuk itu, pihaknya mendukung rencana Kementerian BUMN yang mengkaji beberapa skema pendanaan bagi BTN dalam mendukung program tersebut. Salah satu upayanya adalah penerbitan obligasi atau surat utang 15 tahun.

“Dengan begitu ada tambahan dana bagi BTN ke depan dalam memuluskan program tersebut,” ujarnya. EFI/DWI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Sabtu, 14 Desember 2024 dengan judul "Dukung Program Tiga Juta Rumah BTN Gercep Salurkan 30 Ribu Unit Hunian"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.