Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pertamina Patra Niaga JBB Resmikan Gedung Serbaguna Lentera Jiwa di Desa Pangauban
Selasa, 17 Desember 2024 19:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB), melalui Fuel Terminal (FT) Bandung, bersama Pemerintah Desa Pangauban, meresmikan Gedung Serbaguna Lentera Jiwa di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, pada Senin (16/12).
Acara ini bertujuan untuk mendukung program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang telah pulih.
Peresmian dihadiri oleh Kepala Desa Pangauban Ade Sulaeman, Ketua Kesehatan Jiwa Masyarakat Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat Yuyum Rohmulyanawati, Kepala Puskesmas Batujajar Dr. Drajat.
Pelaksana Tugas Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Tramtib) Kecamatan Batujajar Catur Bagus Cahyanto, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Budi Luhur Aan Somana.
Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa Inklusif Kabupaten Bandung Barat Nunung Nurhasanah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Pangauban Cecep Beni, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Pangauban Mastur Suryani, serta berbagai kelompok sosial seperti Kelompok Lentera Jiwa, Kelompok Desa Siaga Sehat Jiwa, dan Sobat Jiwa beserta keluarganya.
Dalam sambutannya, Fuel Terminal Manager Bandung Debbi Juliana Harahap menyatakan bahwa Gedung Lentera Jiwa dapat menjadi pusat pemberdayaan dan pemulihan berkelanjutan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang telah pulih.
Baca juga : Selama Nataru, Pertamina Patra Niaga Regional JBB Optimalkan Pasokan Energi
“Gedung Lentera Jiwa ini diharapkan menjadi pusat pemberdayaan yang mendorong inklusi sosial dan kemandirian ekonomi bagi Sobat Jiwa yang sudah pulih. Dengan fasilitas ini, kolaborasi antara Pertamina, pemerintah, dan masyarakat dapat menciptakan perubahan yang nyata dan bermakna,” ucap Debbi.
Lentera Jiwa merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dimulai pada 2022 dan fokus pada ODGJ yang sudah pulih, agar dapat kembali berfungsi sosial dengan pesan utama “No stigma, Sayangi Jiwa, dan Peduli Sesama”.
Program ini penting dalam menciptakan lingkungan inklusif, memberikan dukungan, dan meningkatkan kualitas hidup ODGJ.
Kepala Desa Pangauban Ade Sulaeman mengapresiasi kerja sama tersebut dan menekankan pentingnya fasilitas ini bagi masyarakat.
"Dengan adanya Lentera Jiwa, Sobat Jiwa yang telah pulih di Desa Pangauban kini memiliki tempat yang mendukung mereka untuk bangkit dan mandiri. Kami berkomitmen untuk memanfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya," ujar Ade.
Program Lentera Jiwa telah melaksanakan berbagai kegiatan, antara lain edukasi kepada masyarakat, pelatihan keterampilan, dan dukungan positif, seperti menganyam bersama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Jernih Rukun Kondusif (JRK), serta bantuan pelumas Pertamina dan cucian motor Zibrug.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga JBB Jalankan Program Penanaman Saninten di Bandung Utara
Program ini juga melibatkan Sahabat Jiwa dalam pengolahan makanan, seperti dodol tomat dan produk olahan lainnya.
Salah satu keluarga dari Sobat Jiwa, Kokom, berbagi cerita perubahan yang dialami anggota keluarganya setelah bergabung dengan Program Lentera Jiwa.
“Sebelumnya, kami kesulitan mendampingi anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. Namun, sejak adanya Lentera Jiwa, mereka mendapat pelatihan dan dukungan, seperti mesin jahit dan modal usaha. Sekarang, kakak saya mulai mandiri dan mampu membantu perekonomian keluarga,” ujar Kokom.
Berkat hadirnya Program Lentera Jiwa, ODGJ yang telah melalui proses pemulihan kini tidak lagi dipandang sebagai beban bagi keluarga atau masyarakat.
Program ini berhasil mengurangi stigma negatif dengan memberikan edukasi, meningkatkan kesadaran, serta membangun pemahaman inklusif tentang pentingnya kesehatan jiwa.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan menambahkan, program ini sejalan dengan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya pada tujuan 3, “Good Health and Well-being”, yang berfokus pada kesehatan mental.
Baca juga : Anggota Komisi VII DPR Usulkan Pembangunan Tugu Anti Kekerasan di Bangkalan
Dan tujuan 8, “Decent Work and Economic Growth”, melalui pemberdayaan ekonomi bagi ODGJ.
Program ini menciptakan lingkungan inklusif dan ramah bagi ODGJ, serta memastikan tata kelola yang transparan melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.
"Kami percaya bahwa program-program keberlanjutan ini dapat menciptakan dampak positif yang signifikan, tidak hanya bagi ODGJ, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan,” tutup Eko.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya