Dark/Light Mode

Diprediksi Tumbuh 5,1 Persen, Ekonomi RI Dipuji IMF

Selasa, 31 Desember 2024 08:00 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Kemenko Perekonomian)

 Sebelumnya 
Tak hanya itu, Menkeu juga meyakini Indonesia lebih dilirik investor asing berkat upaya pemerintah menggelontorkan banyak anggaran ke pembangunan infrastruktur. Indonesia, katanya, juga telah mengalokasi 20 persen anggaran belanja untuk pembangunan sumber daya manusia.

Selain itu, dia menjelaskan, Indonesia juga telah memperkenalkan kemitraan publik-swasta atau pubic-private partnerships (PPP) untuk biayai sektor yang tak bisa ditanggung APBN.

Menurutnya, Pemerintah kerap melihat suatu krisis sebagai kesempatan untuk melakukan reformasi ke arah yang lebih baik. Berbagai kebijakan radikal diambil pada momen-momen krisis.

Baca juga : Marinus Gea: Keinginan Korupsi Semakin Meningkat

“Kami telah melakukan banyak upaya untuk membangun ketahanan ekonomi,” katanya.

Menkeu juga mengakui akan selalu ada kelompok penguasa yang tidak suka perubahan. Dia tidak menampik kerap melakukan negosiasi dengan kelompok-kelompok tersebut: entah itu terkait kebijakan perpajakan, subsidi, BUMN, hingga reformasi di Kementerian Keuangan sendiri.

Hanya saja, kata Menkeu, berbagai negosiasi tersebut tidak selalu mudah. Menurutnya, akan selalu ada pandangan yang bertentangan siapa yang akan diuntungkan dari suatu kebijakan tertentu. Dia meyakini, jalan satu-satunya ada membuka dialog. Entah itu dengan para politisi, birokrat, atau pun kelompok masyarakat sipil.

Baca juga : Willy Aditya: Niatnya Baik, Untuk Balikin Duit Negara

Menurutnya, yang terpenting mendapatkan dukungan politik dari masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, dia kerap memanfaat media massa untuk membentuk opini publik terkait berbagai kebijakan yang ingin diambil.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core), Mohammad Faisal tak menampik, indikator ekonomi Indonesia memang telah bertumbuh empat kali lipat.

Faisal meminta Pemerintah tidak boleh berpuas diri karena masih banyak tugas alias pekerjaan rumah (PR) untuk memperbaiki ekonomi Tanah Air. Bukan hanya tumbuh lebih tinggi sebagaimana cita-cita Presiden Prabowo Subianto, tapi juga lebih adil.

Baca juga : Pemprov Jakarta Kerahkan Ribuan Petugas Kebersihan

Faisal mengatakan, Pemerintah harus mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru agar ekonomi tumbuh lebih tinggi lagi. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.