Dark/Light Mode

Gaet YDBA, Kementerian UMKM Bakal Replikasi Pembinaan UMKM Masuk Rantai Pasok Industri

Selasa, 7 Januari 2025 19:29 WIB
Kementerian UMKM siap menggaet Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA) bekerja sama, untuk mereplikasi dan mengembangkan model pembinaan UMKM agar bisa masuk rantai pasok industri. (Foto: Kementerian UMKM)
Kementerian UMKM siap menggaet Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA) bekerja sama, untuk mereplikasi dan mengembangkan model pembinaan UMKM agar bisa masuk rantai pasok industri. (Foto: Kementerian UMKM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) siap menggaet Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA) bekerja sama, untuk mereplikasi dan mengembangkan model pembinaan UMKM di Indonesia agar bisa masuk ke dalam rantai pasok industri, khususnya otomotif.

Sekretaris Kementerian UMKM Arif Rahman Hakim mengatakan, hingga kini, YDBA dinilai sukses menerapkan metode yang baik dalam membina UMKM, sehingga mampu membawa mereka berproses untuk masuk ke dalam rantai pasok, khususnya pada industri otomotif.

“Apa yang sudah dikembangkan YDBA pada industri otomotif ini sangat nyata. Mulai banyak bermunculan usaha kecil yang jadi bagian dari rantai pasok Astra, ini bisa menjadi contoh industri lain,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (7/1/2025).

Hal tersebut kata Arif, sejalan dengan visi besar Pemerintah khususnya Kementerian UMKM untuk meningkatkan rasio partisipasi UMKM ke dalam rantai pasok industri yang saat ini baru menyentuh angka 4,1 persen.

“Pemerintah berharap, agar BUMN yang sudah besar dan memiliki rantai pasok agar tidak hanya impor dari luar, tapi turut membangun rantai pasoknya dari industri dalam negeri,” ujarnya.

Baca juga : Gerindra Raih Penghargaan KIP Sebagai Partai Paling Inovatif

Arif menambahkan Kementerian UMKM berencana akan mengadopsi metode pembinaan UMKM yang telah dilakukan oleh YDBA, melalui program inkubasi Kementerian UMKM di lima Provinsi di Indonesia. Meliputi, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, serta Bali, yang disesuaikan dengan sektor unggulan di masing-masing daerah.

“Lima provinsi ini dapat dijadikan pilot project dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Contoh di Kepri, bisa berfokus pada hilirisasi sektor perikanan, atau di Bali pada sektor pariwisata, bergantung pada kesepakatan antara Kementerian UMKM dengan YDBA,” ujarnya.

Arif berharap, melalui metode pembinaan yang tepat, lima tahun ke depan akan tercipta wirausaha atau pengusaha UMKM yang mandiri dan terhubung ke rantai pasok.

“Jika ingin menghasilkan UMKM yang terlibat dalam rantai pasok, perlu ahli di dalamnya. Saya sarankan untuk melihat model YDBA. Perlu ada pemahaman yang sama, khususnya dalam memahami perkembangan teknologi industri,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus YDBA Rahmat Samulo mengungkapkan, kelemahan sektor UMKM hari ini adalah belum terciptanya rantai pasok yang kuat antara usaha kecil dengan industri besar.

Baca juga : Gandeng KPPU, Menteri Maman Pastikan UMKM Terkoneksi Dengan Usaha Besar

Untuk itu, YDBA berfokus dalam hal menghubungkan UMKM pada ekosistem rantai pasok. Yang dilakukan YDBA bersama seluruh industri di Astra adalah mendidik yang kecil terlebih dulu. QCD (Quality Cost, and Delivery)-nya dinaikkan, dan ketika sudah naik level bisa masuk ke industri besar.

“Jangan hanya dikenalkan lalu ditinggal,” ucap Rahmat.

Metode pembinaan YDBA dapat dijadikan sebagai referensi atau contoh, khususnya terkait dengan keterlibatan industri besar.

Saat ini katanya, sudah banyak industri manufaktur yang dulunya berskala kecil seperti bengkel sekarang sudah menjadi industri besar, bahkan dulu tenaga kerja hanya 2-3 orang kini sudah menjadi 60-70 pekerja, mesinnya juga sudah berskala industri.

“Ini menjadi hasil nyata dari kita mempertemukan UMKM dengan industri besar," ucap Rahmat

Baca juga : Terapkan Arahan Kementerian BUMN, Jasa Raharja Siap Sukseskan Mudik Nataru

Ia menambahkan, salah satu kekuatan dari YDBA adalah komitmen dan konsistensinya dalam membina UMKM di daerah.

Pihaknya tidak segan-segan untuk membuka cabang di daerah UMKM yang mereka bina, dengan menaruh resources yang bisa sewaktu-waktu memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh para pengusaha UMKM.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.