Dark/Light Mode

Fasilitasi KPR Pencukur Rambut

BTN Pacu Kredit Perumahan Non Formal

Senin, 21 Januari 2019 11:05 WIB
Direktur Utama BTN Maryono (berdiri, kanan) turut menyaksikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri), Presiden Jokowi (kedua kiri), dan Ibu Iriana Joko Widodo (kedua kanan) dalam acara Peletakan Batu Pertama Perumahan Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG) di Garut, Jawa Barat, Sabtu (19/1). (Foto: Setkab)
Direktur Utama BTN Maryono (berdiri, kanan) turut menyaksikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri), Presiden Jokowi (kedua kiri), dan Ibu Iriana Joko Widodo (kedua kanan) dalam acara Peletakan Batu Pertama Perumahan Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG) di Garut, Jawa Barat, Sabtu (19/1). (Foto: Setkab)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (BTN) terus memacu pembiayaan perumahan di sektor non formal. Salah satunya dengan memfasilitasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi bagi sekitar 4.000 anggota Perhimpunan Persaudaraan Pencukur Rambut Garut (PPRG).

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, langkah ini merupakan salah satu upaya perseroan memperluas akses KPR Subsidi untuk para pekerja non formal sebagai bentuk komitmen mensukseskan Program Sejuta Rumah. “Pekerja non formal yang menjadi sasaran kali ini adalah para pekerja di sektor jasa, yaitu pencukur rambut yang tergabung dalam Perhimpunan Persaudaraan Pencukur Rambut Garut," katanya disela Peletakan Batu Pertama Pembangunan Perumahan PPRG di Garut, Jawa Barat, Sabtu (19/1).

Perseroan sebelumnya juga memfasilitasi Asosiasi Pedagang Mie Bakso (APMISO), pengemudi taksi yang bekerja di bawah naungan PT Blue bird Tbk (BIRD), membantu program pembangunan rumah swadaya bagi guru honorer dengan program Akademisi, Business,Community and Government (ABCG) serta mitra Gojek dan Grab mendapatkan KPR BTN Mikro.

Maryono menjelaskan, dengan rata-rata penghasilan kurang lebih Rp 4 juta perbulan, para pencukur rambut tersebut berpeluang mendapatkan pembiayaan perumahan, khususnya KPR Subsidi. BTN juga melihat komitmen yang kuat dari para anggota PPRG untuk memiliki tempat tinggal, mengembangkan bisnis, hingga ingin membangun museum dan membuat wahana wisata di sekitar Garut 

Baca Juga : PHK Massal Kembali Terjadi

“Jadi BTN optimistis kemampuan ekonomi para pencukur rambut Garut pada umumnya dapat berkembang pesat sehingga dibutuhkan layanan jasa perbankan yang mumpuni,” paparnya.

Perumahan PPRG yang dibangun untuk anggota PPRG terletak di tanah seluas 50 ribu meter persegi di desa Sukamukti, kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Untuk tahap pertama akan didirikan sekitar 150 unit rumah tipe 30/60 dengan harga jual sekitar Rp 130 juta.

Pembangunan rumah dilakukan secara bertahap. Hal ini seiring perluasan lahan perumahan yang direncanakan hingga 100 ribu meter persegi.

 

Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) berfoto bersama komunitas tukang cukur Garut, di depan rumah contoh Perumahan Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG) di Garut, Jawa Barat, Sabtu (19/1). (Foto: Setkab)

Baca Juga : Harga Garam Lokal Bakal Melorot Ke Rp 1.000/Kg

“Perseroan akan membantu proses administrasi bagi komunitas pencukur rambut sebagai debitur yang layak menerima program KPR Subsidi. Selain itu sesuai yang dijanjikan pemerintah, bunga KPR Subsidi ditetapkan tetap sebesar lima persen dengan uang muka minimal satu persen," terang Maryono.

Dengan bunga yang ringan, masyarakat juga diberi keringanan uang muka oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai Rp 4 juta. “Alhasil, angsuran rumah yang akan dibayar debitur hanya sekitar Rp 800 ribu dengan jangka waktu KPR maksimal 20 tahun,” urainya.

Menurut Maryono, masyarakat yang sering tidak disentuh perbankan secara umum adalah masyarakat berpenghasilan rendah atau berpenghasilan tidak tetap. Namun, justru di segmen ini Bank BTN unggul karena berani membuka bekerjasama dengan institusi yang menaungi para pekerja serta komunitas pekerja sektor non formal.

Di hadapan Presiden Jokowi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono yang hadir pada acara tersebut, Bank BTN berkomitmen akan memperluas akses KPR baik KPR Subsidi maupun Non Subsidi ke seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga : BUMN Dongkrak Kesejahteraan Petani

“Kami terbuka untuk kerja sama lain dengan swasta terutama yang menaungi ribuan pekerja non formal yang memimpikan perumahan yang layak bagi keluarganya asalkan memenuhi sejumlah persyaratan yang berlaku di perbankan, ataupun Kementerian PUPR,” tutur Maryono.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono mengungkapkan bantuan perumahan ini merupakan salah satu upaya Kementerian PUPR untuk mendorong keterlibatan komunitas di masyarakat agar ikut dalam pembangunan rumah. [IMA]