Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kurangi Emisi, ESDM Jempolin Konsep Multi-Pathway Toyota
Jumat, 14 Februari 2025 20:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi mengapresiasi Toyota yang menggelar Carbon Neutrality Mobility Event. Menurutnya, sektor transportasi memiliki beragam solusi untuk mengurangi emisi karbon.
“Ini membuktikan bahwa sektor transportasi bisa menggunakan berbagai sumber energi, dari bahan bakar fosil rendah karbon, hybrid, biofuel seperti biodiesel dan etanol, hingga kendaraan listrik dan hidrogen,” ujar Eniya dalam diskusi Green Energy di acara Carbon Neutrality Mobility Event yang digelar oleh Toyota Indonesia, Jumat (14/2/2025).
“Saya selalu bilang, there is no single solution for transportation, dan Toyota dengan konsep multi-pathway juga menekankan hal yang sama,” tambahnya.
Baca juga : Toyota Indonesia Pacu Inovasi Kendaraan Rendah Emisi Dengan Multi-Pathway
Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julianto menjelaskan, pendekatan multi-pathway memungkinkan setiap individu dan industri memilih kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Kami menyediakan berbagai opsi kendaraan, mulai dari kendaraan listrik, hybrid, hingga berbasis hidrogen, sehingga konsumen bisa memilih sesuai dengan preferensi dan kebutuhan mereka,” kata Nandi.
Ia menambahkan, industri transportasi menyumbang 28 persen dari total emisi karbon, sehingga transisi menuju kendaraan rendah emisi menjadi tantangan besar. Dengan adanya pendekatan multi-pathway, Toyota percaya bahwa percepatan transisi ini bisa lebih efektif, karena setiap negara dan konsumen memiliki kesiapan yang berbeda dalam mengadopsi teknologi hijau.
Baca juga : Kurangi Seremoni HUT, Prabowo Minta Kepolisian Hemat Anggaran
Toyota juga menekankan bahwa keberhasilan transisi menuju transportasi ramah lingkungan tidak bisa dicapai sendirian. Diperlukan kerja sama antara pemerintah, industri, dan akademisi untuk membangun ekosistem yang mendukung perkembangan berbagai teknologi rendah emisi.
“Kolaborasi menjadi kunci utama. Kita tidak bisa hanya bergantung pada satu solusi saja, tetapi harus mengembangkan berbagai alternatif yang bisa berjalan berdampingan untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tutup Nandi.
Dengan pendekatan multi-pathway, Toyota menunjukkan bahwa masa depan transportasi tidak terbatas pada satu teknologi tertentu, tetapi merupakan kombinasi dari berbagai inovasi yang dapat diadaptasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan global.
Baca juga : Kejar Nol Emisi, RI Perlu Solusi Multi-Pathway, Bukan Cuma Mobil Listrik
Penulis buku Multi-pathway for Car Electrification, Cyrillus Harinowo mengatakan, mobil listrik (BEV) bukanlah solusi tunggal dalam mengurangi emisi karbon, terutama di Indonesia. Menurut dia, Indonesia masih menghadapi banyak tantangan untuk beralih ke mobil listrik, seperti ketergantungan pada energi fosil untuk menghasilkan listrik hingga kondisi infrastruktur yang belum sepenuhnya memadai.
Dalam bukunya, Cyrillus menawarkan solusi alternatif, dengan menyoroti teknologi otomotif ramah lingkungan selain mobil listrik, seperti mobil Hybrid Electric Vehicle (HEV), plug-in hybrid (PHEV), dan kendaraan berbahan bakar alternatif lainnya seperti biofuel.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya